Padang,Kota Panas

Finally, gw nyampe di kota Padang. Kota Padang yang gerah, bikin item, dan ngeselin. 😀

Yah, gw mendarat di Bandara Tabing dengan pesawat jenis Hercules. “Lho, bukannya kemaren katanya naik Boeing 737?”. Iya, harusnya sih gitu, tapi entah kenapa kita dapetnya cuma Hercules,ya udah, desak-desakan kayak sarden di dalam pesawat.

Sampai Padang, disambut udara panas dan terik matahari. Ya ampun, haredang pisan euy.. Dan hari ini ketika gw jalan2 di Padang, ada banyak2 hal yang udah ga terbiasa.

1. Gw ga terbiasa dengan panasnya udara padang. Keringetan mulu gw, puasa disini bikin cepet haus.

2. Gw kaget ketika tadi naik angkot mendengar kata-kata “Kal**a”, “Pan**k” diteriakkan dengan bebas. Panas jadinya kuping gw.

Yah,kota Padang, dan rumah orang tua gw yang cukup jauh dari jalan raya menyulitkan akses kemana2. Di rumah aja males, tapi mau keluar, panas ‘n jauh.

Kok rasanya gw lebih mencintai Bandung ya??

Sepotong Surat dari Hamba 4WI

Detik-detik terakhir Ramadhan, Syawal menanti di depan mata

malam ini, ku terduduk terdiam

merenung

Apakah Ramadhan ku telah lebih baik?

atau sama saja,

atau malah lebih buruk dari tahun kemarin.


Kuputar kembali rekaman hidup setahun lalu,

kuhitung-hitung kesalahan dan dosa yang kulakukan

Terucap maaf kepada semuanya, atas khilaf dan silaf yang telah kuperbuat.

Termohonkan ampun kepada-Nya atas dosa-dosaku, besar maupun kecil


sungguh, tiada manusia yang sempurna

tiada yang luput dari dosa


Ku mohon maaf dari mu saudara-saudaraku.

dan kita menyambut Idul Fitri ini dengan hati yang suci.


Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1429

Wataqabbalallahu minna wa minkum

Mohon Maaf Lahir dan Bathin

Nyawa Melayang Demi 30.000 Rupiah

Innalillah, demi 30.000 rupiah, 23 nyawa melayang dalam pembagian zakat seorang saudagar di Pasuruan Jawa Timur. Ribuan orang yang berdesak-desakan demi mendapatkan rezeki yang dibagikan di pelataran rumah saudagar tersebut.

Ya 4WI, segitu miskinkah saudara-saudaraku, sehingga rela mengabaikan keselamatan dirinya hanya untuk uang yang tak seberapa? Betapa hatiku teriris-iris mendengar kabar itu.

Negaraku sedang di coba, saudra-saudaraku sedang di uji. BBM melambung, harga sembako naik, dan banyak yang menghalalkan segala cara demi sesuap nasi. Sementara di atas sana, yang kaya pun terlihat semakin kaya, kasus korupsi, kolusi, suap dan lain2 banyak yang terungkap. Tapi itu hanya efek Gunung Es, masih banyak di bawah itu yang belum terdeteksi.

Tanganku masih lemah, belum kuat untuk membantu. Sementara di kampusku, lihatlah mobil dan motor semakin banyak. Jalan-jalan penuh oleh mobil yang di parkir, tak terpikirkan oleh mereka kalau saudara2 mereka masih banyak yang dhaif, yang lemah.

Ya 4WI, hindarilah aku dari segala kezhaliman…

Berikan aku kekuatan untuk berbuat, jangan hanya bisa melihat.