Penghuni Baru Kamar

Akhirnya, nambah juga penghuni di kamar gw. Ya, kamar gw yang sempit (2×3 m) sekarang ditemani dengan satu set PC. Lumayan, PC warisan dari Da Eeng menambah sempitnya kamar ini.

Yah, kamarku diisi dengan beberapa barang. Kasur di pojokan, lemari baju di sudut dekat pintu, rak buku di sampingnya, lalu sebuah rak berisi kaset-kaset, map-map MPA, kuliah, kertas-kertas di sisi kiri dan sekarang Komputer di sisi kanan. Hanya ada sedikit tempat lowong, pas untuk ukuran sajadah sholat.

Ya ampun, makin berantakan aja kamar gw.

Kapan pindah ke kamar gede ya?

Itiak Lado Mudo

Itiak lado mudo, atau indonesianya Bebek Cabe Hijau. Makanan khas daerah Pandai sikek atau mana ya?? Kurang tahu juga. Dengan rasa cabe hijau yang nendang, menimbulkan selera bagi penikmatnya. Bagaimana cara ngebuatnya??

Bahan2:

– 1 ekor bebek dipotong2 sesuai selera (byukan cuma ekornya aja ya, ama badannya sekalian)

– Cabe Hijau yang sudah digiling dengan bawang merah 1/2 kg

– Bawang putih sekitar 1/2 ons

– Santan kelapa 1,5 liter

– lengkuas, jahe, dama (Bahasa indonesia nya apa ya? masa damar?) secukupnya dan digiling halus

– daun-daun seperti daun salam, sereh, daun limau puruik (jeruk nipis tipe purut, halah..)

– Nangka muda dipotong sesuai selera

– Minayak goreng untuk menumis

Cara Ngebikin:

– Tumis bawang putih, dan bumbu-bumbu halus lainnya, masukkan daun2, lalu masukkan cabe hijau. Tumis hingga berbau harum

– Masukkan bebek yang sudah dipotong-potong dan dicuci bersih, tumis sejenak hingga bumbu meresap ke dalam bebek

– masukkan santan, tunggu hingga mendidih. Setelah mendidih, masukkan potongan-potongan nangka muda. Masak hingga bebek empuk.

– Angkat, sajikan dengan nasi putih hangat, sayur daun singkong (bukan si ngkong) rebus, dan segelas air putih.

Oh ya, sekedar tips pengolahan bebek. Jika menyembelih bebek sendiri, setelah disembelih, siram bebek dengan air mendidih untuk memudahkan mencabut bulunya. Setelah bulu-bulunya dicabuti, panggang bebek dengan api yang menyala untuk membersihkan bulu-bulu halus dari badannya, dan juga memberikan aroma khas. Setelah itu bersihkan bebek dengan ampas kelapa yang telah diambil santannya. Potong-potong, dan bersihkan. Sebagian bawang putih untuk bumbu, dilumurkan ke potongan-potongan bebek supaya amis dari daging bebek hilang.

Selamat mencoba

Doa

Ya 4WI ya Rabb,

Lindungilah hamba-Mu ini dari sifat malas, kikir, dan sombong


Ya Rabb Yang Maha Penyayang,

Jauhkanlah aku dari kelalaian mengingat-Mu

berikanlah kepadaku kenikmatan menyembah-Mu

jangan jadikan hatiku mati, sehingga tak ada lagi sinar hidayah yang menghangatkannya


Ya Rabb Penguasa Alam

Kuatkan hatiku untuk selalu berada di jalan-Mu

lancarkan lidahku ketika membaca ayat-ayat-Mu


Ya Rabb Pemilik semua kehidupan,

Cabutnlah nyawaku dalam Husnul Khatimah

Ridho-Mu yang utama Ya 4WI


Mari Berlari Sepuluh Putaran

Ya ampun, gw kena tag juga. Nah kata si empunya yang ngetag gw, gw mesti bercerita ttg diri gw dalam 10 poin. Lalu ngetag 10 orang juga. Kayak MLM yah?? ๐Ÿ˜›

lets start from number one..

1. Nama gw Darma Eka Saputra, kagak pake “H”. Biasa dipanggil Darma oleh anak2 ITB, Eka oleh anak2 padang dan UKM, Abak (Bapak dlm bahasa Minang) oleh sebagian orang, Tempe oleh segelintir cowok di UKM, dan mungkin gelar gw ntar klw udah nikah adalah Sutan Rajo di Langik. Di Asrama, beberapa orang teman gw manggil dengan sebutan Gondrong (soalnya dulu gw kan sempat gondrong). Keponakan2 gw manggil gw dengan sebutan Uncu, soalnya kan gw pamannya yang Bungsu. ๐Ÿ˜€

2. Gw anak ke 6 dari 6 bersaudara. Rentang umur gw dengan kk2 gw cukup jauh. Dengan yang no 5 saja jaraknya 10 tahun, dan dengan anak sulung, jarak umurnya 19 tahun. Tanya kenapa?? Oh ya, gw sekarang sudah mempunyai 10 orang ponakan lho.

3. Menurut gw, gw adalah orang yang cukup menyenangkan, ga pendiem2 amat, ga garing2 amat (jangan protes..!!). Klw kata teman2 gw, gw amat sangat garing (kerupuk kali ya..). Tapi gw adalah tempat curhat yang menyenangkan.

4. Gw adalah pencinta binatang. Tapi gw rada ga suka ama yang nama Anjing. Walau ama sepupunya (Serigala) gw suka. Gw pecinta kucing dan keluarganya, pengagum kekuatan Beruang, berharap jadi Elang yang terbang tinggi menguasai langit, ingin memiliki kecerdikan Serigala, berharap sebijaksana Gajah, dan ingin bisa bekerjasama seperti Lebah.

5. Gw suka membaca, denger musik, nge-Game, dan masak. Masak??. Iya, masak. Semua anak2 Ibu gw bisa masak lho. Dan ternyata masak itu menyenangkan. Gw bisa berkreasi apa saja, mencoba resep2 baru, bikin resep2 baru walau asal2an. Umumnya gw masak makanan khas Minang aja, seperti gulai, Rendang, de el el. Tapi gw ga bisa masak kue dan sodara2nya.

6. Pacar?? Dulu sih ada, sekarang memutuskan untuk ga pacaran deh. Bukan apa-apa, cuma ternyata gw ga menemukan manfaat dari pacaran. Kalau ntar ketemu yang cocok, langsung lamar aja, dan pacarannya setelah nikah. hehehehehehe, eh lupa. Amin…

7. Keluarga gw hobinya adalah pindah rumah. hahahahaha. Gw lahir di Bukittinggi, atau lebih tepatnya desa Koto Panjang, kenagarian Kapau. Umur 3 tahun kurang pindah ke Padang, di Air Tawar. Setahun setelah itu, pindah ke Ulak Karang. Setelah menetap di sana sampai kurang lebih 6 tahun, pindah lagi ke Bandar Buat. Di sana cuma 6 bulan, angkat koper lagi ke daerah Gunung Pangilun, dan pindah lagi ke siteba setelah 1 tahun di sana. Itu ketika gw kelas 6. Kelas 1 SMP pindah ke daerah Parak Laweh, cuma 3 bulan. Lalu dapet kontrakan di Komplek Banuaran sampai gw kelas 3 SMA. Nah, pas gw udah kuliah di Bandung, Bokap ama Nyokap pindah lagi ke Indarung. Makanya, gw ga punya teman masa kecil yang benar2 akrab, pindah2 mulu sih. Ngaji pun akhirnya pindah2. Awalnya di TPA Masjid Al-Azhar Air tawar, lalu TPA Masjid Nurul Ilmi Bandar Buat, Trus TPA Masjid Mukhlisin di Gunung Pangilun. Ini yang terakhir. Kelas 6 gw ga ngelanjutin lagi belajar di TPA. Alasannya sih, udah mau EBTANAS. Tapi setidaknya gw udah bisa membaca Al Quran dengan lancar dan tahu akan Tajwid2nya.

8. Klw organisasi, ga banyak2 amat sih. Dulu ikut Remaja Masjid ketika SMA, ikut OSIS juga (jadi Ketua Umum lho, heuheuheu), Ekskul Paskibra PBB SMA 1 Padang. Pas udah kuliah, tinggal di Asrama Bumi Ganesha yang nota bene adalah sebuah organisasi juga, ikut UKM ITB, dilantik menjadi anggota HMM ITB (walau ga aktif). Trus ikut KM ga?? Ga dulu deh, entah kenapa gw kurang sreg ikut serta dalam Kabinet KM ITB. Gw lebih suka ikut kepanitiaan aja. Seperti Olimpiade KM ITB 2007, PMB KM ITB 2007, dan terakhir INKM ITB 2008. Buat nambah2 teman aja.

9. Oh ya, gw adalah orang Minangkabau Aseli. Bokap dan Nyokap asli Minang. Gede di Sumatera Barat. Jadi maap2 aja klw masih ada logat2 Sumatera yang ketinggalan. Asrama juga, banyak Urang Awak kok, di UKM apalagi hahahahahaha.

10. Terakhir, gw bercita2 nge-Haji-in Bokap Nyokap, perbaiki rumah di Kapau, nyekolahin Ponakan2 gw setinggi-tingginya (anak Gw juga dong), punya Istri yang sholehah, cantik, baik, lebih pinter masak dari gw, dan mau tinggal ama mertua. Kaya??, ga usah, gw mau hidup pas-pasan saja. Pas lagi laper, pas ada makanan. Pas mau kemana-mana, pas ada mobil, pas udah nikah, pas ada rumah. heuheuheuheu. Doain aja ya..

Ah, sudah. Kalau ditambah-tambah lagi, ntar gw dikira narsis lagi. Saatnya melanjutkan MLM ini. Hm.. siapa ya??

1. Reisha. Ayo bu, kalau dulu kan 6 keanehan, klw sekarang 10 ttg diri sendiri.

2. Ni Wid. Sist, yang semangat yah.

3. Rani, sesama blogger juga, tapi blm sempat ketemuan.

4. Evan, si kacamata mencolok. gyahahahahahaha

5. oh ya, Jee. Temen chat gw yang ketemuan di mIRC. ๐Ÿ˜€

6. Septian, bocah Sunda tapi sipit. Cep, kapan pindah kamar nih??

7. Puput. Little sister ku yang manja

8. Ani, anak abak yang kini di Depok

9. Dian Sastro. Artis yng pernah gw jadiin favorit

10. Shana. Ibu gembul. heuheuheuheu

Ok kan, selamat melanjutkan. heuheuheuheu

CINTA

Cinta adalah:

“Menerima dirinya apa adanya dengan segala kekurangan dan kelebihannya”

“Tertawa bahagia saat dia senang, menangis dikala dia sedih”

“Tak pernah menyesal walaupun terluka olehnya”

“Rela berkorban apa saja demi kebahagiaannya, bahkan nyawa”

“Cinta paling suci adalah cinta 4WI kepada hamba-Nya, Cinta paling agung adalah cinta hamba kepada 4WI, dan cinta paling tulus adalah cinta Ibu kepada anaknya”

“luka karenanya akan terus berbekas sampai kapanpun”

MAHAMERU

By: Dewa 19

MENDAKI MELINTAS BUKIT
BERJALAN LETIH MENAHAN BERAT BEBAN

BERTAHAN DIDALAM DINGIN
BERSELIMUT
KABUT RANU KUMBOLO……..

MENATAP JALAN SETAPAK
BERTANYA-TANYA SAMPAI KAPANKAH BERAKHIR

MEREGUK NIKMAT COKLAT SUSU
MENJALIN PERSAHABATAN DALAM HANGATNYA TENDA
BERSAMA SAHABAT MENCARI DAMAI
MENGASAH PRIBADI MENGUKIR CINTA

MAHAMERU BERIKAN DAMAINYA
DIDALAM BEKU ARCAPADA
MAHAMERU SEBUAH LEGENDA TERSISA

PUNCAK ABADI PARA DEWA

MASIHKAH TERBESIT ASA
ANAK CUCUKU MENCUMBUI PASIRNYA

DISANA NYALIMU TERUJI

OLEH GANASNYA CENGKRAMAN HUTAN RIMBA

BERSAMA SAHABAT MENCARI DAMAI
MENGASAH PRIBADI MENGUKIR CINTA

MAHAMERU BERIKAN DAMAINYA
DIDALAM BEKU ARCAPADA

MAHAMERU SAMPAIKAN SEJUK EMBUN HATI

MAHAMERU BASAHI JIWAKU YANG KERING

MAHAMERU SADARKAN ANGKUHNYA MANUSIA

PUNCAK ABADI PARA DEWA


Sebuah lagu lawas, mengigatkanku pada cita-cita untuk menjelajahi Nusantara. Ya, mendaki puncak-puncak tertinggi di Indonesia. Saat ngedenger lagu ini, rasanya terbayang perjalanan bersama sahabat-sahabatku, menikmati dinginnya dinginnya udara pegunungan, mendaki, menurun, berkemah.

Liriknya membuat semangat untuk melakukan perjalanan semakin kuat. Keinginan menikmati keindahan alam ciptaan-Nya di puncak Pegunungan, merasakan kedamaian yang tak ku dapatkan di kota ini.

Sebuah perjalanan, menempuh jarak ratusan bahkan ribuan kilometer mencari makna hidup. Travelling, mencari keajaiban-keajaiban yang mungkin tidak kita sadari. Sebuah impian yang beberapa bulan ini mengisi mimpi-mimpiku.

Hidup adalah perjalanan, sebuah perjalanan tanpa henti. Perjalanan waktu, perjalanan jiwa mencari kedamaian. Perjalanan mencari pengalaman hidup sebanyak-banyaknya, bekal kebijaksanaan. Dalam perjalanan belajar menghadapi orang-orang yang sangat berbeda, menghadapi kesulitan.


aku adalah seorang pejalan,

menyusuri waktu mereguk tetes-tetes kebijaksanaan

menempuh jarak mencari damai

mengejar sesuatu untuk kepuasan batinku


Lombok, hope we will meet as soon…

Padang-Jambi-Jakarta-Bandung

Kalau misalnya loe nanya “Apa sih maksudnya ini?”, ya ini rute perjalanan gw ke Bandung. “Kenapa ga langsung Padang-Jakarta-Bandung?” Soalnya tiket Padang-Jakarta sekitar satu koma sekian jutaan, sedangkan Jambi-Jakarta gw dapetin 579 ribu, lalu Padang-Jambi tiket busnya 120 ribu. Jauh lebih murah kan? Lagian pengen ngerasain perjalanan yang beda.

Perjalanan dari rumah gw di Indarung dimulai Sabtu (11/10/08)ke Smansa. Gw janji mo ngeliat anak2 Paski Smansa latihan hari ini. setelah itu siangnya gw ke Unes (Universitas Ekasakti) janjian ama kak Wati. Baru sorenya, setelah sebelumnya gw ke tempat kk gw di Purus, berangkat ke Pool Jatra (Jambi Transport) di daerah Lolong.

Jamb 17.30, di lepas dengan hujan gerimis, dimulailah perjalanan ke Jambi. Sebenarnya perjalanan ke Jambi ga ada hal spesial yang terjadi. Kecuali fakta kalau Ihsan ga jadi ngejemput gw di Pool jatra ga mempengaruhi perjalanan.

Nah, ketika udah nyampe di jambi baru timbul permasalahan. Gw nyampe di sana jam 6 pagi, dan pesawat gw berangkatnya jam 4 sore. Ngapain aja gw selama itu??. Setelah ngobrol dengan beberapa orang di sana, gw memutuskan tidur sejenak (4 jam??) di Mushalla deket situ.

Jam 11, karena perut sudah keroncongan, nyari makan siang di rumah makan terdekat. Jam 12.30 gw memutuskan untuk berangkat ke bandara. Nyewa ojek, lalu sekalian nyari orang jual koran, rencananya bwt gw baca sambil nunggu jam 4. Ya ampun, sepanjang 30 menit perjalanan dari Pool Jatra ke Bandara, gw ga nemuin orang yang jual koran harian. Aada sih yang jual koran, itu pun koran mingguan.Ya ampun, apa orang sini emang ga suka baca koran ya? dan jam 1 siang gw nunggu di bandara yang panasnya minta ampun, sambil baca koran, ngerokok. Bandaranya ternyata ga seperti yang gw bayangkan, Lebih kecil dari Badara Tabing (klw gw ga salah). Satu orang petugas, bisa melakukan 2 pekerjaan yang berbeda.Dan sialnya, gw ga bisa ketemu ama Dilla (u know who lah) sepupunya ihsan. Habis ga bilang2 klw dia juga ikut nganter si Ihsan. yah, kecewa deh.

Nah, kejadian menarik pas perjalanan dari Cengkareng ke Kp.Rambutan. Di jalan tol mana gitu, gw ngeliat Tabrakan beruntun. 3 atau 4 mobil, gw ga tahu pasti. Yang paling epan klw ga salah honda Jazz merah, dibelakangnya sebuah sedan silver, trus selanjutnya ga ngeliat lagi. Si honda Jazz ini nge rem mendadak menghindri tabrakan dengan mobil di depannya, dan emang ga nabrak, tapi 2 atau 3 mobil di belakangnya ga sempat menahan mobilnya sehingga terjadilah tabrakan beruntun itu. Untung aja mereka ga terlalu kenceng, sehingga tidak terjadi kecelakaan yang parah, cuma penyok2 aja palingan.

Yah setelah itu ga ada kejadian yang terlalu menarik untuk diceritakan. Palingan akhirnya gw bertemu kembali dengan Djarum Super ku tercinta, setelah 2 minggu berpisah. Dan Bandung, I’m Back, i’m home..