Rambut Baru

Yah, iseng aja sih, potong rambut rata 1 cm. Entah kenapa tiba-tiba kepikiran untuk kembali seperti kelas 1 SMA dulu. Tapi ga nyangka juga, ekspresi orang-orang bakal seheboh itu. Bahkan teman sejurusan sampai pangling ngeliat gw. Ckkckckckc…

Banyak yang ngomentarin, ada yang bilang lucu, ada yang bilang kek residivis baru keluar penjara, pentol korek, micrhophone, dan lain-lain.

Cuma satu tuh, yang rada ngeselin. Masa dibilang mirip tuyul. Wah, ga enak banget tuh.

TUYUL = Setan < Manusia (tuyul sama dengan setan, lebih rendah dari manusia)

Jadi siapa yang mau disamain ama tuyul??


Ah, sudahlah ga usah ngebahas Tuyul lagi. Tapi rambut yang seirit ini juga irit pemakaian shampo, lebih dari 50% pemakaian sampo bisa dihemat. Durasi untuk mandi pun jadi lebih cepat. Bahkan klw kesiangan kuliah, cukup cuci muka dan gosok gigi saja ga bakal ketahuan kok belum mandinya. Heuheuheuheu 😀

Jadi kesimpulannya : Ga usah ditanya lagi deh kenapa gw potong rambut. Bukan karena stress, bukan pula patah hati (emang patah hati sama siapa??), bukan juga disuruh BoNyok. Gw potong rambut karena: ISENG AJA. Hahahahahahaha, ga menjawab banget.

ntar deh, klw udah ada fotonya, tak tarok di flickr awak saja…

Muak

Muak pada segala

Jenuh akan semua

benturkan kepalaku ke tembok di sana

biar pecah berhamburan isi kepala


Hujan jangan berhenti

banjiri hatiku, hanyutkan jiwaku

biar mati terbenam lumpur..

Kenangan Masa SMA

Teringat postingan seorang teman di BulBo FS. Isinya seperti ini

“syukurku pdMU y Allah..yg msi mberi nafas aku pagi ini..

entah mngapa hujan pagi ini mngingatkanku…

ingat akan canda tawa putih abu-abuku..rindu akan seragam itu

rinduku pd semua makhluk2 yg prnh ada dbangunan tua itu..
mksi teman2…
mksi SMANSA…”

Yah, SMA 1 Padang, sebuah gedung tua, yang katanya telah menghasilkan banyak tokoh-tokoh terkenal. Sekolah yang sempat gw benci banget karena sangay-sangat terlalu mementingkan aktivitas akademik, dan tidak memberikan kesempatan kepada Ekstra Kurikuler non-Akademik untuk berkembang. SMA Negeri yang kian lama kian mahal, SMA yang terakhir gw datangi telah diisi oleh anak-anak SMA yg membawa mobil ke sekolah. E, ga ding, mengendarai mobil di sekolah, soalnya kalu membawa mobil kan berat. Masuk kantong aja ga muat. Hehehehehe. :D. SMA yang banyak banget ngirimin muridnya untuk kuliah di Institoet Gadjah Doedoek.
Tapi SMA itu juga yang banyak memberikan kenangan indah masa remaja gw. Dari gw yang waktu SMP kuper banget, di SMA tiba-tiba aktif di OSIS, PASKI SMANSA. Kelakuan-kelakuan bodoh waktu SMA. Main Domino di kelas, nongkrong di WC di jam pelajaran, selalu keluar kelas dengan alasan rapat OSIS atau latihan Paski, ah, pokoknya banyak lah. Pacaran sepulang sekolah, nonton di Raya Theatre di belakang sekolah. Baca komik di belakang Padang Theater (dan hampir ketahuan guru.. hahahaha).
Pokoknya kenangan masa SMA emang ga terlupakan lah. Masa remaja yang masih jahilliyah, masih gila (emang sekarang ga ya), penuh tawa canda.
Putih Abu-abu… Bersenang-senanglah selagi masih bisa.



UKM 05 kalau ngumpul

UKM 05 terdiri dari pribadi-pribadi yang unik yang ga bakal gw temuin di komunitas-komunitas lain. Setiap kali gw ngumpul ama mereka, pasti ada aja lelucon-lelucon bodoh, dan kelakuan-kelakuan bodoh yang dilakukannya.

Khususnya untuk pejantan-pejantan UKM 05. Kalau udah pada ngumpul, pembicaraan akan loncat-loncat dari A-Z. Kalau misalnya ada yang ngiseng bikin notulensinya, psti akan bingung lagi ngebaca hasilnya, karena tidak ada suatu topik khusus yang dibicarakan dengan serius. Dalam hitungan detik akan segera pindah ke pembahasan yang lain.

Tapi jangan salah. Banyak ide-ide dan pemikiran-pemikiran baru yang muncul dari obrolan-obrolan itu. Entah itu malam-malam di kontrakan arvi yang lama di Cisitu Baru, di warung kopi sambil makan mie rebus (kok ga di warung mie sih??), entah itu di sekre UKM, sebenarnya pasti ada suatu hasil pembicaraan yang bermanfaat (walau lebih banyak ketawanya sih). Bahkan ide pameran waktu P3BM UKM ITB bulan Mei 2008 kemarin, itu ide yang tiba-tiba tercetus di rumah Arvi. Ide drama tentang perang muncul di rumah kontrakan si Riki yang lama.

Tak jarang pembicaraan serius pun hadir di sana, walau seriusnya ga lebih dari lima menit. Hehehehehe.

Kenapa cuma cowok? Ya iyalah, soalnya cowok lebih bebas nginep di kampus, makan mie jam 3 pagi di Dwilingga, dan ga bakal ada yang mau gangguin cowok (kecuali bencong.. Hi……).

Hal yang sangat menyenangkan kalau ngumpul dengan sodara2 UKM 05. Selalu saja ada hal yang akan ditertawakan, selalu saja ada bahan lelucon baru, dan selalu ada tawa diantara mereka. Mungkin karena itu juga, seorang oknum UKM 05, sebut saja Caul (bukan nama samaran) ketika cuti kerja dan ke Bandung, yang pertama ia cari adalah anak2 UKM 05 yang lain.

Bahkan, ketika rapat yang (harusnya) serius, pasti ada saja yang memulai garingan-garingan yang berakibat fatal. Ngerusak flow kalau istilah di kaderisasi.

Kawan-kawan, kalian adalah orang-orang hebat, orang-orang istimewa. Sungguh suatu kehormatan bisa menjadi bagian dari keluarga kalian. Sungguh sangat beruntung bisa tertawa bersama kalian, menangis bersama sehabis pagelaran P3BM, dan melakukan hal-hal bodoh dan ga jelas bersama kalian.

”Persahabatan itu abadi sobat. Mantan kekasih pasti ada, tapi tidak pernah ada mantan sahabat”

NB: mohon maaf kepada pihak-pihak yang merasa ditulari ke-autis-an kami, menjadi bahan lelucon kami, menjadi bahan bodoran kami, gara-gara kami sering ngerusak flow rapat. Itu semua karena kami hanyalah ”UKM 05 TAK JELAS”

(Untuk Deno, pengecualian ya. Kami hanya membangkitkan bakat terpendam)

Heueuheuheuheu 😀