Surat Untuk Ibu

Ibu, hari ini orang-orang sedang memperingati hari ibu. Tiba aku teringat padamu. Kuhidupkan PC ku, dan kubuka file-file foto. Kupandangi fotomu Ibu, kulihat kerutan-kerutan pertanda waktu telah mengalahkanmu.
Ibu, aku jauh di negeri rantau, terpisah darimu. Jauh dari hangatnya pelukanmu, nikmatnya masakanmu, lembutnya belaian tanganmu. Aku tahu, tiap malam air matamu berlinangan mendoakanku. Aku tahu, selera makanmu hilang memikirkan apa yang aku makan di sini.
Dan aku juga menyadari, aku bukanlah anak yang berbakti, anak teladan. Terlalu sering aku mengecewakanmu Ibu. Terlalu banyak dosa yang kuperbuat.
Tapi pintu maafmu selalu terbuka. Tak pernah sekalipun kulihat muka sedihmu di hadapanku, agar aku tak khawatir berangkat ke negeri ini.
Tak akan terbalas semua jasamu Ibu. Jika sekali saja dirimu meminta upah atas semuanya, kugadaikan bumi dan langit pun tak akan cukup untuk membalas semuanya.
Dirimu yang menenangkan kemarahan Ayah jika aku melakukan kebodohan. Tapi lecutan lidimu masih jauh lebih ringan dari apa yang seharusnya kuterima.
Ibu, jangan pernah berhenti mendoakanku, jangan pernah berhenti mempercayaiku. Walau surat ini mungkin tak akan pernah sampai ke tanganmu, tapi yakinlah ibu, aku disini sangat-sangat mencintaimu.
Tak pernah sekalipun aku alpa mendoakanmu dan Ayah. Tunggu saja Ibu, saat aku pulang nanti, janji-janjiku padamu dulu akan kupenuhi.
Salam peluk dan cium untuk Ayah


Sembah sujud
Anakmu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s