ASEAN University Student Conference Part II

Hari Kedua

Hari kedua adalah saatnya Focus Discussion Group.  Peserta Konferensi dibagi ke dalam 3 kelompok besar, berkaitan dengan Pelestarian dan Memperkaya Kebudayaan. Gw kebetulan masuk ke kelompok C, tentang peran ASEAN dalam memperkaya dan pelestarian kebudayaan. Dan di dalam kelompok besar itu, dibuat lagi kelompok-kelompok kecil berdasarkan sub-topik dari bahasan yang tadi.

Sebenarnya keberjalanan FGD itu cukup baik, tapi rasanya waktunya terlalu singkat. Apalagi dipotong ama jumatan. Menurut gw sih, satu hari full itu untuk pembahasan masalahnya, dan hari berikutnya baru kita merumuskan pernyataan sikap atau apapun lah namanya. Tapi yah, mungkin emang udah dijadwalkan begitu, mau bagaimana lagi.

Setelah jumatan, gw ama Syarif ganti baju ke Hotel, dan bertemu temen2 dari Tland yang lagi kebingungan. Ketika ditanya, ternyata mereka nyari Money Changer, mo nuker duit untuk belanja. Karena kita lagi ga ada kegiatan, dengan berbaik hati kita anter lah untuk nyari money changer. Setelah berpanas-panas menyusuri Jl. Naripan, dan menemukan Money Changer yang cocok, ternyata mereka mau belanja ke Pasar Baru. Et dah, tau darimana mereka soal pasar baru. Gw ama Syarif mikir, bahaya juga kalau mereka dilepas gitu aja ke Pasar baru, bisa-bisa ditipu mentah-mentah ama orang-orang sana. Ya udahlah ya,  kita berbaik hati lagi mau nganterin mereka ke Pasar Baru. Tapi entah kenapa, awalnya mereka udah mau, tiba-tiba aja batal.

Gw ama syarif balik ke Gedung Merdeka, ngobrol-ngobrol ama temen2 dari Myanmar. Akhirnya kita belajar bahasa Myanmar ama mereka. Susah banget dah, ntar gw coba bikin cerita terpisah tentang belajar bahasa Myanmar itu.

Malemnya, acara dilanjutkan dengan Pagelaran Kesenian dari masing-masing negara. Lucu-lucu ngeliat kebudayaan yang kita sama sekali ga tahu sebelumnya, dan sekali lagi terlihat membaurnya peserta konferensi ini. Perbedaan negara asal bukan menjadi halangan untuk menjadi dekat dan akrab.Seperti biasa, sebelum pulang ke hotel, acara dilanjutkan dengan foto-foto.

Hari Ke 3

Hari ini adalah hari terakhir kegiatan Konferensi, dan acaranya adalah Field Trip. Kalau liat di jadwal, jam 6 pagi jalan-jalan ke Tangkuban Perahu, siangnya Out Bond di Ciater, dan dilanjutkan dengan mengunjungi Saung Angklung Mang Ujo. Dan ternyata ga seperti yang dibayangkan tadi. Dari jam 9 waktu berangkat yang direncanakan, Rombongan baru berangkat jam 9, nyampe di tangkuban jam 10-an lewat. Jam setengah sebelas baru nyampe di Kawah Ratu. Dan jam 12 udah harus ngumpul lagi.

Gw karena ga ingin maen-maen di kawah Ratu dan hanya belanja aja, gw ngajak temen2 yang lain untuk jalan-jalan ke Kawah Domas, agak ke bawahnya dari kawah Ratu. Niatnya sih supatya bisa ngasih pengalaman yang beda. Tapi sayangnya cuma dari Indonesia aja yang ikutan mah, yang lainnya udah pada jalan duluan.

Gw masih inget ish jalannya, tapi gw lupa berapa jauhnya, dan ternyata emang lumayan jauh. 1,2 Km dari Kawah Ratu, kira-kira setengah jam perjalanan, karena jalurnya ga mulus-mulus amat. Nyampe di Kawah domas, istirahat bentar, foto-foto, naik lagi deh, soalnya udah jam 11.45, dan 15 menit lagi udah harus ngumpul. Gw memutuskan kita naik lewat jalur yang langsung ke parkiran aja, dan gw bener2 lupa jalurnya mana aja. tapi dengan PD, gw pimpin aja tu rombongan kecil, menerka-nerka jalurnya, dan sampai setengah perjalanan, gw masih yakin. Tapi si sebuah persimpangan, gw ragu banget arah mana yang akan diambil. Sebuah papan petunjuk arah yang tersembunyi menunjukkan, jalan, tapi gw masih ragu banget, karena gw bener2 ga inget pernah lewat jalur ini, apalagi jalannya udah mulai jalan setapak, dan anak-anak yang lain mukanya udah capek banget. Dan ternyata emang jalurnya betul, kita langsung keluar di parkiran.

Nyampe di parkiran, anak-anak yang lain udah pada ngumpul, cuma nungguin kita doang nih. Hihihihihi, jadi merasa bersalah.

Oke, jam 12.30 berangkat, makan siang. Katanya sih di Sari Sunda, tapi awalnya gw pikir yang ada di Lemnbang. Karena kecapekan, gw tidur di bus, dan bangun jam 2, tapi ternyata masih aja belum nyampe. Ternyata dibawa ke Sari Sunda yang di Jl. Soekarno-Hatta. Mak jang, udah panas, jauh, macet, lapar pula kan, kasihan sama yang lain.

Beres makan, malah dibawa ke Cibaduyut, “Ya ampun pak, emang kita bawa ibu-ibu mau belanja. Pesertanya anak muda semua gitu.”Gw karena udah males, tiduran aja di Mushola.

Eh, balik2 bukanya di bawa ke hotel dulu untuk mandi, siap2siap penutupan, malah langsung dibawa ke gedung merdeka untuk penutupan. “Makan tuh baju bau”. dan habis magrib langsung di angkut ke Pendopo untuk makan malam bersama Walikota Bandung.

Pokoknya hari sabtu itu mengecewakan banget lah. Kalau gw sih ga masalah, toh tinggal di bandung ini, masih punya banyak waktu untuk jalan-jalan kemana-mana. Yang peserta dari negara lain ini, udha ke bandung cuma sekali-kali, ga puas pula kan menikmati kota Bandung. Parah banget lah pokoknya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s