Budaya Tatap Muka

Gw pernah baca di suatu artikel, salah satu dampak buruk kemajuan informasi teknologi yang sangat pesat adalah berkurangnya budaya tatap muka. Budaya tatap muka ini maksudnya adalah bertemu dan berinteraksi langsung face to face sama orang lain.

Gadget yang semakin canggih, dan koneksi Internet yang makin merajalela akan semakin membuat kita mabuk kepayang oleh dunia maya. Bahkan pekerjaan pun bisa kita lakukan di rumah, hanya tergantung koneksi internet saja.

Berkurangnya budaya tatap muka membuat kita kadang susah untuk percaya pada orang lain. Walaupun saat berbalas wall sudah seperti teman akrab, tapi pada saat bertemu, akan lain ceritanya. Selain itu akan mengakibatkan kita lupa cara bergaul, lupa cara berinteraksi langsung dengan orang lain.

Salah satu trik mendapatkan kepercayaan dari orang lain adalah menatap mata lawan bicara. Jika semakin jarang bertemu, interaksi juga semakin jarang, dan menimbulkan keapatisan terhadap orang lain.

Makanya gw kadang ngerasa ga sreg kalau ada rapat via conference, karena makna dari rapat (meeting = bertemu), ga dapat. Ga akan terasa nikmatnya tertawa bersama-sama dalam satu ruangan/tempat, indahnya berkenalan dengan langsung dan bertatap mata.

Gak kebayang kalau semua bisa kita lakukan melalui internet, mungkin ga bakal ada orator kali ya, semuanya melalui wall.

One thought on “Budaya Tatap Muka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s