Wisudaan, BOM, dan MU

Ada 3 hal penting yang menarik perhatian anak-anak ITB dalam 3 hari belakangan ini. Yaitu Wisudaan Juli ITB, Pengeboman Hotel Ritz Carlton, dan batalnya MU ke Indonesia.

1. Wisudaan Juli

Kenapa hal ini jadi menarik? Karena wisudaan kali ini tanpa arak-arakan yang biasanya selalu ada ketika wisudaan. Ga akan ada arak-arakan mulai dari SABUGA sampai ke Gerbang depan ITB yang selalu menarik perhatian. Kenapa bapak-bapak kita di sana melarang adanya arak-arakan? Mungkin karena setiap ada arak-arakan selalu saja ada perkelahian antara beberapa himpunan. Dan emang selalu ada gesekan-gesekan ketika acara wisudaan. Kalau gw ngeliatnya udah kek orang bar-bar aja mahasiswa ITB ini. Tiap ada keramaian seperti wisudaan, pertandingan olahraga, kesannya ga seru kalau ga dihiasi ama bentrokan.

Wisudan, bentrokan karena gesekan ketika arak2an, desak2an, ga penting bgt lah alasannya, bahkan terkesan dicari-cari penyebabnya. Pertandingan olahraga (biasanya bola), satu tim kalah, ejek2an, panas, berantem. 2 kali Olimpiade KM-ITB, selalu aja ada yang berantem.

Sebenarnya ga semua mahasiswa/Himpunan yang berantem. Hanya beberapa oknum aja, yang tiba-tiba menjadi bodoh dan bar-bar dan seakan-akan menjadi centeng ITB. Seakan-akan dialah yang menjadi penguasa ITB dan harus ditakuti.

Akibatnya?? Semua lembaga kena getahnya, himpunan yang adem ayem aja juga ikut merasakan hukuman. Egois banget kan? Bagaimana kalau oknum2 itu aja yang ga boleh ikut arak2an, yang berantem y udah, ga usah dibela. Mahasiswa atau preman terminal?? Kasihan kan ama yang lulus sekarang, selama ini ikut ngarak, tapi sekarang ga diarak lagi.

2. Pengeboman Hotel Ritz Carlton dan Batalnya MU ke Jakarta

Sebenarnya pengeboman Hotel Ritz Carlton ga terlalu berefek banyak bagi temen2 gw di ITB, kecuali beberapa orang yang menuliskan keprihatinannya di status Facebook. Cuma efeknya yang ngebikin MU batal daang ke Jakarta yang banyak menghiasi status orang-orang di facebook.

Sumpah, gw kesel banget liat status orang-orang itu. Nyawa orang yang diambil, dia malah mempermasalahkan MU yang batal ke Jakarta. Segitu ga berhargakah nyawa saudara-saudaramu? Lebih pentingkah seorang Wayne Rooney bagimu, daripada nyawa orang yang dihilangkan secara paksa oleh orang yang dengan pongahnya menggantikan tugas malaikat Maut??

Jadi sekarang lebih penting mana?? Masalah Wisudaan tanpa arak2an, BOM di hotel Ritz Carlton, atau MU yang batal ke Jakarta. Terserah loe, mau yang mana yang lebih menyentuh hai loe, ga mah ga akan menilai apapun, karena ga berhak juga. Buat yang wisuda Juli ini, pasti sedih bgt, karena Wisuda S1 yang cuma sekali seumur hidup, ga berkesan. Buat penggemar berat MU, juga akan sedih banget, karena harapan melihat Bintang Idola dari dekat batal, tapi siapa yang akan bersedih utk korban pengeboman ini? Saudara ga ada yang kena, bahkan ga ada yang kenal mungkin dengan semua korban tewas atau luka-luka nya. Jadi peduli setan.. Betul ga??

Tanya ke hati masing-masing aja.

3 thoughts on “Wisudaan, BOM, dan MU

  1. Ssatu persamaan menurut cimuik dari 3 kejadian itu, da..

    Indonesia makin dipermalukan..dengan scoop yang berbeda untuk masing2 kejadian.

  2. udah lama g berkunjung kemari. tau2 ada yang ngomong “Tanya ke hati masing-masing aja” ck ck ck. tanya kenapa ? tapi yang pasti kejadian itu bikin sedih. juga tidak berguna.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s