Belum Ada Judul

Well, tulisan ini dibuat setelah subuh, dengan sedikit frustasi karena tidak bisa tidur, dan akhirnya menjadi tempat curhat seorang teman yang baru saja putus dari pacarnya. Kenapa dikasih judul “Belum Ada Judul”, karena sampai gw ngetik paragraf ini, masih ga tau apa aja yang akan ditulis.

Hmm, kita mulai dengan “Tangan kiri gw sejak hari jumat yang lalu selalu kesemutan, ga berhenti ampe sekarang (Selasa, 290909)”. Ga keseluruhan tangan kiri juga, tapi lebih spesifik ke jari kelingkin dan jari manis, serta bagian tangan diatasnya. Gw mengasumsikan ada syaraf yang terjepit atau penyumbatan pembuluh darah (mungkin) akibat posisi tidur yang ga betul. Karena akhir2 ini gw sering banget tidur di kursi di depan meja komputer, dengan posisi fetus (janin). Apakah harus dibawa ke dokter ya? “YA IYALAH, SEKECIL APAPUN KELAINAN PADA BADAN LOE, HARUS DIPERIKSA, TAKUTNYA ADA APA2” Iya deh, mungkin habis kuliah ntar ke BMG.

Yang kedua apa ya? Pengen sih sedikit mengkaji dan menelaah masalah KPK yang lagi panas-panasnya. Tapi karena gw ngerasa tidak mempunyai kapasitas yang lebih dalam hal ini, lebih baik diam aja dan memperhatikan. Takutnya nanti berpandangan subjektif tanpa paham masalah yang sebenarnya. Bahkan isu Internal kampus yang sempat gw hembuskan pada Rapim menjelang Ramadhan kemaren, juga males ngebahasnya, capek.

Lalu mau nulis apa? Masa mau curhat colongan disini… Hahahahaha.. Oh ya, sekarang gw udah punya gebetan baru, ngegantiin N-Gage yg sekarang entah dimana. Namanya masih Jack Daniels, dari keluarga W380 bermarga Sony Ericsson (Sony anaknya si Erics). Warnanya Black Doff, dengan fitur yang cukuplah untuk SMS dan Nelpon, plus bonus MP3 player, Radio, GPRS, dan bonus-bonus lainnya. Ada kameranya kan? Ada, tapi gw ga terlalu niat utk makenya, karena emang ga bagus2 amat, cuma 1.3 MegaPixel. Mending kamera SLR deh (YA IYALAH, ANAK KECIL AJA JUGA TAU..) Sebenernya bosen juga sih, item mulu, tapi dibandingkan alternatif yang ditawarkan yaitu Silver Pink, ga jadi deh. Silvernya sih ga masalah, tapi PINKnya itu loh. Alergi saia… Trus kenapa tiba-tiba berpaling ke HP model Flip? Ga ada, lagi pengen aja. Hahahahaha. Well, lumayan lah, buat ngebangunin Subuh. (Berharapnya sih ada yang mau berbaik hati buat ngebangunin tiap Subuh, tapi belum ketemu yang mau, dulu sih ada, tapi ga tahan juga ama orang yang tidurnya kek orang mati, baru nyadar setelah ada 20 Panggilan Tidak Terjawab).

Sekarang emang lagi pengen mendalami Fotografi. Bukan mendalami juga sih, lha wong kamera masih pinjaman. Tapi dengan modal kamera pinjaman dan ilmu seadanya, mencoba menangkap objek-objek yang menarik. Sejauh ini gw liat hasil2 foto gw kayak dokumentasi biasa aja, mending pake CamDig aja. Jadi ngiri ama hasil foto2 temen2 gw.

Udara Bandung jadi kering banget akhir2 ini. Bikin kulit kering, bibir kering, dan kantong kering. Pengen hujan lagi nih. Siangnya Hujan, malamnya cerah banget ampe bisa ngeliat bintang.. Haahahaha, mimpi kali ye…

Oke, gw akan memulai pagi ini dengan segelas Kopi Susu Tubruk bermerek “Sebut Saja Nescafe, bukan merek samaran”. Tapi yang pasti sekarang Secangkir Kopi (tanpa) sebatang Djarum Super. Hohohohoho

Tribute to you, whose make me stop.

Coming Back

Well, I’m back.. Hahahahaha…. Setelah sekian lama ga ngurusin blog ini lagi. Ya, sebenarnya ada banyak hal yg pengen gw tulis dari dulu-dulu, tapi ga tau mau mulai dari mana dulu. Dari postingan terakhir (yg ttg bom dan MU), sampai sekarang ada banyak hal yang pengen gw bagi ama temen2 semua.

Banyak hal yang telah terjadi, mulai dari PROKM ITB 2009, Rapim dengan Kahim dan Ka. Unit, awal semester, Bulan Ramadhan (yg terburuk utk gw tahun ini. 😦 … ), Gempa di Jawa Barat, Perjalanan gw Bandung-Pameungpeuk-Bandung (2 hari, dengan motor..hahahaha), Lebaran di Bandung, dan semua kejenuhan dan kemuakan gw. Oh ya, gw blm ngasih tahu kalau gw lagi program berhenti ngerokok, iya kan? Wew, ga usah terlalu diekspos deh, mudah2an aja bisa konsisten, soalnya emang susah sih, selalu pengen balik lagi.

Hmmm, bosen juga ditanyain anak2, “Kok ga mudik?” Aduh, males bgt kalau ngejawab pertanyaan itu. Jadi ga usah ditanya, it’s my choice.

Apalagi?

KULIAH dong….


Tunggu aja deh, gw akan kembali dengan isi kepala, pendapat, opini, resep masakan, ide2 bodoh, de el el…

Cha….

Surat yang Tak Terkirim

ibu…
aku menulis surat ini ditemani gemuruh takbir menggema mengisi malam. esok adalah hari kemenangan (dan kuharap aku adalah salah satu dari yang meraih kemenangan tersebut) setelah sebulan masa training yang luar biasa.

ibu…
maafkan karena tahun ini ku tak bisa menghampirimu, bersujud bersimpuh memohon maaf darimu. sungguh rasa rindu ini tak tertahan.

ibu..
kemarin aku lewat di gang-gang sempit, dan aroma kue yang sedang dibakar mengingatkanku akan kehangatan rumah menjelang hari raya. mengingatkanku kepada canda tawa riang rumah. tahun ini semua berkumpul di rumah ya bu? yah kecuali aku yang berada jauh di seberang lautan. sudah lama sekali ya bu, tidak berkumpul sebanyak itu. bisa kubayangkan ramainya rumahmu sekarang, ditambah celoteh-celoteh ribut cucu-cucumu. sampaikan saja peluk ciumku untuk mereka, karena aku masih jauh di negeri seberang,

oh ya bu, tadi sore aku masak masakan yang biasa ibu buat untuk makan malam. teman-temanku sangat menyukainya, kata mereka masakanku sangat enak. tapi bagiku, tak ada masakan selezat masakanmu.

kalau besok teman-temanku berkunjung ke rumah (seperti yang setiap tahun mereka lakukan), sampaikan salam dan permintaan maaf dariku, karena aku masih belum bisa menepati janji untuk berkumpul lagi lebaran ini.

tidak bu, aku tidak menangis. hanya saja mata ini entah kenapa tidak bisa berkompromi, dan mulai meneteskan air mata. sungguh, aku sedang tersenyum saat menulis surat ini. membayangkan kebahagiaan di rumahmu malam ini, dan besok hari.

sudahkah kau siapkan lembaran uang ribuan? untuk anak-anak tetangga, kerabat, yang akan bersilaturrahmi ke rumah besok hari? besok pasti akan ramai, akan banyak tamu.

malam ini ibu pasti sedang memasak ketupat, dan nanti sebelum subuh akan bangun untuk menyiapkan opor ayam seperti biasanya. tidak, aku tidak akan masak opor ayam disini, terlalu mewah untukku. cukup dengan apa yang ada saja.

ah, sayang sekali. surat ini mungkin tak akan pernah engkau baca bu, karena memang tak pernah kukirimkan. aku takut malah membuatmu khawatir. tenang saja bu, aku baik-baik saja disini, tidak kurang satu apapun.

sekali lagi, sembah sujudku memohonkan ampunmu…

peluk cium
anakmu….