Nasihat Abak

Suatu malam selepas Isya, Abak mengumpulkan anak-anaknya di ruang tamu. Sambil setengah merengut, si Bungsu berkata “Ada apa sh Bak?, Filmnya lagi seru nih”

“Kalian duduk dulu disini, Abak mau berbagi cerita” ujar si Abak.

“Sulung, Tengah, dan Bungsu, dengarkan baik-baik dan simak apa yang akan Abak sampaikan kepada kalian. Kalian adalah anak-anak Abak yang terikat oleh tali Keluarga. Kalian hendaknya saling menyayangi, mengasihi, membantu dan saling mengingatkan. Itulah yang akan membuat keluarga ini tetap utuh, walau nanti kalian telah dewasa dan berpenca-pencar.”

“Mungkin hubungan kalian tidak lepas dari konflik, bertengkar, tapi itulah bumbu-bumbu nya sebuah hubungan. Tapi jangan sampai konflik tersebut malah merusak keutuhan hubungan kalian. Kalauy istilahnya ‘Biduak lalu, kiambang batauik’ atau ‘ Ratak-ratak bulu ayam, paruah juo nan manyalasian‘. Maksudnya, sehebat apapun kalian bertengkar, kalian sendirilah yang akan menyelesaikan konflik tersebut, dan setelah pertengkaran tersebut, hendaknya hubungan kalian jadi baik lagi seperti semula.”

“Bungsu, kau jangan sering merengut kalau dimarahi oleh kakak-kakakmu. Mereka marah kalau kau bikin salah pertanda mereka menyayangimu. Mereka tidak ingin kau melakukan kesalahan-kesalahan yang mungkin dulu pernah mereka lakukan. Jangan sampai kau tidak menyapa mereka setelah kau dimarahi. Cobalah menjdi dewasa. Tapi kau jangan hanya nurut saja kata-kata kakak-kakakmu. Kalau mereka khilaf dan bikin salah, tegur dan ingatkan dengan baik. Mengerti kau?”

“Iya Bak” Jawab si Bungsu pelan

“Tengah, kalau memang si Bungsu salah dan ditegur oleh kakakmu, jangan pula kau bela, tidak mendidik itu namanya. Apa kau mau adikmu terus menerus bikin salah yang sama? Dan kalau memang kau tidak suka dengan cara kakakmu menegur adikmu, sampaikan baik-baik dan langsung ke orangnya. Jangan kau bicarakan di belakang punggungnya. Abak tidak mau anak-anak Abak jadi hobi menggunjing. Dengar kau?”

“Dengar Bak” balas si Tengah

“Sulung, walau kau yang paling tua, bukan berarti kau yang paling benar. Tidak semua yang kau lakukan dan kau ucapkan itu benar. Pikir-pikir dulu sebelum bicara dan bertindak. Kau adalah contoh untuk adik-adikmu. Coba kau menasihati adik-adikmu dengan cara yang bijaksana. Terkadang bicara baik-baik lebih bisa diterima daripada marah-marah karena kesalahan adik-adikmu. Mengerti kau?”

“Iya Bak” Balas si Sulung.

“Kalian, siapapun yang menasihati kalian, jangan hanya didengar kemudian dilupakan. Kalau ada yang baik, kerjakan, dan ada yang tidak sesuai, buang dengan baik-baik. Setidak bijaksana apapun nasihat yang disampaikan pada kalian, sikapi dengan bijaksana, sikapi dengan baik. Kalian bertiga harusnya saling membantu, bukan saling menjatuhkan. Jangan malu untuk bertanya kalau kau tidak tahu, dan jangan menunggu untuk ditanya kalau kau tahu mereka keliru. “

“Ingat baik-baik pesanku tadi, mudah-mudahan kalian akan tetap kompak dan saling membantu” ujar Abak mengakhiri petuah-petuahnya.


3 thoughts on “Nasihat Abak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s