Secangkir doa

Usia semakin bertambah, umur makin berkurang.

Waktu berlari tanpa henti, tanpa menoleh

tak sigap, dan akan terseret tanpa ampun


Ya Rabb

terkadang aku mendekati-Mu, tapi lebih sering aku lari menjauh

aku ingat, tapi lebih sering aku lupa

tapi kasih sayang-Mu tidak pernah menjauh, Rahmat-Mu tidak pernah lupa


Ya Khalik Yang Maha Perkasa, Yang Maha Membolak-balikkan Hati

tetapkanlah hatiku untuk selalu di jalan-Mu

tetapkan wajahku sehingga tidak pernah berpaling dari-Mu

bimbing hatiku sehingga selalu mengingat-Mu

bangunkan malamku sehingga kuhiasi dengan air mataku

pelihara lidahku tidak pernah henti membaca ayat-Mu

tuntun langkahku di jalan-Mu

jalan orang-orang yang beriman,

bukan jalan yang Engkau murkai, dan bukan jalan yang sesat


kumohon dengan sangat

kumohon dengan sangat

kumohon dengan sangat

kumohon dengan sangat

kumohon dengan sangat

Di kala Hujan

hujan….

pepohonan basah

rerumputan tenggelam dalam genangan air

semilir membawa dingin

malam diselimuti awan


aku merapatkan jaket

menyesap kopi yang berangsur dingin

sendiri,


sedang apa burung hantu malam ini?

tidakkah iya berburu untuk anak-anaknya?


sedang apa serigala ketika hujan?

berbagi kehangatan dengan kawanannya kah?


Adzan Isya berkumandang

kilat melecut langit, guntur memukul-mukul


kenapa pelangi tidak muncul di malam hari?


dan kenapa hati ini masih kosong?

tidak adakah yang mampu membuka kunci?


dan malam semakin dingin

hujan reda

tapi hanya sementara


dan bumi masih setia menampung air mata langit