Secangkir doa

Usia semakin bertambah, umur makin berkurang.

Waktu berlari tanpa henti, tanpa menoleh

tak sigap, dan akan terseret tanpa ampun


Ya Rabb

terkadang aku mendekati-Mu, tapi lebih sering aku lari menjauh

aku ingat, tapi lebih sering aku lupa

tapi kasih sayang-Mu tidak pernah menjauh, Rahmat-Mu tidak pernah lupa


Ya Khalik Yang Maha Perkasa, Yang Maha Membolak-balikkan Hati

tetapkanlah hatiku untuk selalu di jalan-Mu

tetapkan wajahku sehingga tidak pernah berpaling dari-Mu

bimbing hatiku sehingga selalu mengingat-Mu

bangunkan malamku sehingga kuhiasi dengan air mataku

pelihara lidahku tidak pernah henti membaca ayat-Mu

tuntun langkahku di jalan-Mu

jalan orang-orang yang beriman,

bukan jalan yang Engkau murkai, dan bukan jalan yang sesat


kumohon dengan sangat

kumohon dengan sangat

kumohon dengan sangat

kumohon dengan sangat

kumohon dengan sangat

2 thoughts on “Secangkir doa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s