My Family

Kalau dulu gw sempat menjabarkan masa kecil yang sangat berbahagia, sekarang gw akan bercerita tentang keluarga gw. Cekidot..

1. Ayah

Beliau bernama Syahril, kelahiran 1942. Lelaki yang lebih separoh umurnya dihabiskan di belakang kemudi. Lelaki yang mengajarkan bagaimana menghormati seorang wanita, lelaki yang keras hati. Bukan lelaki yang sempurna memang, tapi adalah bapak yang baik hati. Sangat suka membaca, apalagi cerita silat.

2. Ibu

Bernama Yulismar, kelahiran 1948. Wanita yang lembut sekaligus keras. Guru masak gw, mengajarkan kesabaran. Mendidik anak-anaknya dengan keras, tidak segan-segan menghukum (yang kadang agak sadis hehehe). Teguh menghadapi konflik dalam hidupnya, dan disegani oleh saudara-saudaranya. Dulu menjalankan usaha Rumah Makan sebelum akhirnya dilindas kerasnya Krisis pada tahu 97-98

3. Kakak-kakak

Gw anak ke 6 dari 6 bersaudara, keluarga yang cukup besar walau tidak terlalu berada.

Uda yg pertama bernama Yefrimen, dengan panggilan keren Jef. Kelahiran 1968. Sekarang sudah memiliki 3 orang anak laki-laki. Menetap di Kerinci Riau, dan sepertinya saat ini satu-satunya anak Ibu yang mengikuti jejaknya menjadi Pengusaha Rumah Makan.Dulu di rumah panggilan akrabnya adalah Si Rangkik, karena badannya yang kurus ceking.

Yang kedua, mantan preman bernama Fetrizon (John Patrick). Kelahiran 1970, sekarang menetap di Dharmasraya bersama Istrinya dan 2 orang anak perempuannya. Dahulu berkelana sepanjang Sumatra dan Jakarta, dan akhirnya berlabuh di Dharmasraya.Panggilan di rumah adalah si Tapai (Tape) karena doi doyan bgt ama goreng tape.

Yang ketiga, perempuan, Gusfiyenti kelahiran 1971. Sifatnya bener-bener meniru kerasnya Ibu dipadu Bapak. Bahkan dulu ketika masih gadis, preman sekitar rumah aja segan ama doi. Di rumah, dipanggil Sundek karena emang suka cemberut. hehehehe.. Sekarang tinggal di Padang, ikut suaminya dengan sepasang anak-anaknya. Anak-anaknya ini (ponakan gw) yang paling akrab ama gw.

Yang ke empat, kelahiran 1975, bernama Dedi Haryanto. Jebolan STM, ama teman-temannya dipanggil Gambler, gatau kenapa, dan akhirnya kebawa-bawa sampai di rumah. Suka bertualang, main-main di alam, bongkar-bongkar alat-alat elektronik. Tapi sekarang kerja sebagai Driver di Padang, tinggal bersama Istri dan seorang putrinya.Sama ponakan-ponakannya dipanggil Mak Ndut (Paman Gendut) karena emang bodinya yang paling bongsor diantara kita anak-anak ortu gw.

Kakak gw yg ke lima, Roza Nelfia, kelahiran 1977. Dipanggil Ka’bah karena pas doi lahir, di Kampung yang menang adalah Partai Ka’bah (P3), dan doi hampir aja dikasih nama Nur Ka’bah. Sekarang tinggal di Kapau bersama suaminya. Si bungsu ga jadi, karena pas doi berumur 10 tahun, eh gw nongol dengan tampannya ke dunia ini. Makanya dari dulu berantem mulu ama gw. Dan karena yg terkecil, makanya gw sering tertindas. Makanya manjanya masih ada dan kadang-kadang ngeselin.

Gw itu belajar masak gara-gara diejek sodara2 gw karena pas SMP masih belum bisa masak apapun. Soalnya mereka pas Ibu masih jualan, ngurus rumah, bahkan ada jadwal piketnya utk yang masak, nyuci, nyuci piring, bersihin rumah. Oleh karena itu makanya gw tergugah dan terdorong untuk belajar masak (walau sekarang gw ga jago-jago amat sih).

Yah, itulah keluarga gw, memang ga terlalu menggambarkan, karena utk tahu gimana keluarga gw, mesti datang dan berkunjung ke rumah mereka masing-masing. Hehehehehehehehe.

Sebenarnya masih pengen nulis banyak, tapi bingung mau nerusinnya gimana. Next time aja deh ya..

13 thoughts on “My Family

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s