Untuk Calon Ma’mumku

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh calon ma’mumku

Semoga dirimu selalu dalam keberkahan dan selalu diberikan yang terbaik oleh-Nya.

Duhai engkau yang akan menjadi ibu bagi anak-anakku, yang akan menjadi permaisuri hatiku, bukannya diriku tak ingin secepatnya mendatangimu dan memintamu dari orangtuamu. Lihatlah tatapan mataku saat melihat saudara-saudaraku yang telah menggenapkan separauh agamanya.

Berikan aku waktu untuk mengejar target-target yang telah kususun untuk beberapa ratus hari ini. Mungkin bagimu itu terasa sangat lama, karena Dia maha membolak-balikkan hati. Karena Dia yang mengetahui ajal. Tak seorangpun tahu apa yang akan terjadi esok hari, bahkan satu detik ke depan tak seorangpun bisa menebak. Tapi bagiku waktu itu terasa cepat dan mengejar-ngejar bagai banteng mengamuk. Menusuk hati jika sedikit saja aku terlena.

Berikan aku waktu untuk mempersiapkan diri dan hatiku ini. Supaya aku bisa menekan egoisnya diri ini, supaya aku bisa mengendalikan jiwa kekanakan ini, dan memperbaiki hubunganku dengan-Nya. Sehingga aku mampu menjadi Imam bagi dirimu.

Hanya Dia lah yang mengetahui yang terbaik untuk kita. Dengan izin-Nya lah suatu saat nanti akan kutatap mata walimu dan dengan tegas kupinang dirimu.

Semoga Allah mengabulkan doa-doa kita.

25

rasanya masih jauh dari dewasa

masih jauh dari cita-cita

masih jauh dan jauh.

sementara waktu terus berlari meninggalkan yang terdiam

kaki ini berat melangkah

angan-angan terbang tinggi padahal

rasanya memang harus meminta maaf

kepada semua, semua dan semua

lalu bangkit dan berlari mengejar ketinggalan

biarkan saja luka, nanti sembuh sendiri

biarkan saja perih, nanti hilang sendiri

biarkan saja sepi, akan ada yang menemani

tapi jangan biarkan cinta

kejar dan harus kukejar

tangkap dan jangan lepaskan lagi

jangan biarkan sahabat

genggam erat hingga akhir perjalanan

18031987 – 18032012