Warung Kopi

Warung Kopi, apapun itu bentuknya, apapun itu namanya. Kalian bisa menyebutnya Starbucks, Roemah Kopi, Ngopi Doeloe, Terminal Kopi, Warkop Narji, selama menyediakan kopi, apapun jenisnya, apapun mereknya, tapi bagi gw itu adalah Warung Kopi.

Warung Kopi tidak hanya sekedar tempat minum secangkir kopi, membakar sebatang rokok lalu pulang. WarKop adalah tempat ngobrol, tempat curhat, tempat diskusi dan tempat menyelesaikan masalah.

Gw menikmati WarKop seperti yg gw tulis diatas. Gw pernah diskusi ampe bego di warung kopi. Jaman-jaman INKM 2008, WarKop di sebelah Wisma Dago saksinya. Menyelesaikan konflik INKM dg OHU, cerita-cerita gila dan gajelas dengan panitia INKM, diskusi dengan tokoh-tokoh KM-ITB (kabinet dan kongres), dengan sesepuh KM-ITB.

Gw pernah curhat di WarKop dengan teman dan teman-teman, ampe subuh. McCaffee dan Terminal Kopi adalah saksinya.

Nonton bola ampe teriak-teriak, maen kartu ampe kalap, bahkan duduk sendirian sambil merenung pernah gw lakukan di WarKop.

Bagi gw WarKop bisa jadi sumber inspirasi, duduk sendirian mengamati orang yang keluar-masuk, membaca, menulis dan internet gratis (heuheuheu).

Seperti apa WarKop buat kalian?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s