Setelah Fajar

Tak terpejam mata

nyalang setelah subuh

ditiup-tiup dingin

menunggu mentari terbit

 

Sayup-sayup suara lelaki

mengaji menyambut pagi

lamat-lamat terdengar tangis

bocah kecil kehilangan hangat peluk ibunya

 

Ambil cangkul, dahului sang Surya

berjalan tertatih menuju ladang

berharap panen

 

Di pantai, pulang melaut

dan tangkapan diborong tengkulak

menyisakan sedikit dibawa pulang

sekedar makan beberapa hari

 

Begitu juga wanita bergincu merah

membuka pintu rumah

setelah pintu kamar ditutup oleh pelanggan terakhir

tertidur letih memeluk si kecil

 

Gelandangan meringkuk di emperan

dihembus-hembus dinginnya pagi

berselimut koran yang tertiup entah kemana

 

Tak lama lagi matahari terbit

Tak lama lagi jalanan ramai

Tak lama lagi pintu-pintu dibuka

Tak lama lagi orang lalu lalang

 

dan pada saat itulah…….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s