Muncak ke Gunung

akhir2 ini makin banyak yang senang untuk melakukan pendakian ke gunung. seakan jadi gaya hidup yang baru. banyak sisi baik dan buruknya.

sisi baik, kehidupan di kaki gunung semakin rame. para pedagang yang berjualan di sekitaran pos pendakian meningkat omsetnya.

sisi buruknya, kadang para pendaki (apalagi pemula) lupa akan etika-etika ketika berada di alam. buang sampah sembarangan, melakukan hal-hal yang tidak boleh dilakukan di alam dan melanggar pantangan-pantangan d daerah tersebut.

Sepanjang pengalaman gw dan ngobrol-ngobrol dengan para penggiat alam, muncak/ngedaki tidak segampang di film 5cm (yang gw belum nonton)

Butuh persiapan mental dan fisik sebelum melakukan pendakian.
Keberanian untuk berada di alam. Alam sangatlah kuat, kalau kita tidak mampu berdamai dengan alam, akan celaka.

Percaya kepada teman seperjalanan. Selama muncak, kita dan tim itu harus saling menolong saling mendukung. Tidak boleh ada anggota tim yang tertinggal, tidak boleh ada yang jalan duluan. Harus saling menjaga.
Patuh pada pantangan-pantangan yang dikasih tahu oleh warga setempat. Setiap gunung punya pantangan tersendiri.

Persiapan fisik, mendaki gunung tidak sama dengan hiking biasa. Dibutuhkan ketahanan fisik untuk melakukan perjalanan panjang dengan trek yang menantang. Olahraga yang teratur membuat napas dan stamina kuat untuk melakukan perjalanan. Kalau fisik tidak siap, jadinya akan merepotkan tim. Napas pendek masih bisa diakali dengan istirahat sepanjang perjalanan (dengan resiko perjalanan jadi makin lama), tapi kalau kaki yang sudah menyerah dan ga kuat, ga akan bisa dilanjutkan.

Logistik juga harus diperhatikan kalau akan melakukan pendakian. Pengalaman gw dan beberapa penggiat, logistik harus cukup, baik itu makanan, peralatan dan perlengkapan.
Pakaian, selama perjalanan pakailah pakaian yang menyerap keringat dan cepat kering. Jangan memakai jeans karena lama kering kalau basah. Hujan gunung sangat biadab menyerap panas tubuh, jadi berbahaya. Pakai celana kargo/celana lapangan dari bahan yang cukup kuat tidak mudah sobek dan cepat kering.

Bawa pakaian ganti/kering secukupnya saja. Pengalaman gw, cukup bawa 2 stel pakaian ganti (luar dan dalam). 1 stel untuk pakaian tidur, 1 stel lagi untuk perjalanan pulang di bus (biar ga bau banget selama di bus)

Bawa logistik makanan secukupnya, misalkan rencana perjalanan 3 hari dua malam, bawa logostik untuk tiga hari tiga malam, sediakan cadangan untuk kondisi darurat. Jangan bawa makanan terlalu berlebihan, ini bukan pergi piknik ke kebun raya. Makanan berlebihan hanya menambah berat beban carrier.

Air minum wajib, supaya tidak terjadi dehidrasi. Minimal 2 botol besar, tergantung situasi gunung yang didaki. Jika gunung yang didaki tidak memiliki sumber air, berarti bawaan air harus lebih banyak. Dehidrasi selama perjalanan berbahaya, kadang tidak disadari.

Sleeping bag, ponco/raincoat dan jaket sangat penting. Ini berguna ketika hujan dan dingin/malam. Bawa minimal 2 jaket yang cukup tebal, karena angin malam di gunung tidak bersahabat. Lebih baik bawa Raincoat yang model jaket+celana karena tidak mengganggu pergerakan selama perjalanan.

Obat-obatan pribadi penting dibawa, dan juga Medic Kit untuk kelompok/tim.
Perlengkapan tim juga harus diperhatikan. Bawa tenda yang cukup utuk menampung semua anggota tim. Pilih tenda yang tidak tembus air dan kuat terhadap terpaan angin. Bagi beban logistik makanan ke semua anggota tim, supaya tidak memberatkan satu orang. Jangan lupa matras tanggung jawab perorang.

Packing yang benar dalam carrier. Packing yang benar membuat carrier jadi nyaman dibawa, tidak membuat stamina cepat habis.

Jangan lupa bawa Golok (jika tidak ada larangan), pisau lipat, korek api. Jangan lupa membawa peralatan masak dan makan. Jika memungkinkan, buat perapian di depan daerah camp untuk mengusir binatang liar yang mungkin masih ada dan lewat.

Selama perjalanan, jangan tempatkan yang jalannya cepat/napasnya panjang di depan. Takutnya jadi terpisah-pisah. Yang kecepatannya sedang dan lambat di tengah/depan, yang kuat di belakang untuk jadi sweeper. Gapapa agak lambat, tapi tidak terpisah-pisah.

Selama perjalanan, jangan sok kuat, tapi jangan ngerepotin (bingung kan?). Jangan memaksakan, pahami batas ketahanan fisik. Jangan keras kepala, keselamatan nomor satu.

Segitu dulu, kayaknya ada beberapa yang terlupa deh. Maklumlah, tulisan ini dibuat berdasarkan ingatan pengalaman dan obrolan dengan penggiat. jadi kemungkinan ada hal-hal yang terlupa.

Selamat Muncak Saudara.

7 thoughts on “Muncak ke Gunung

  1. kalo aul harusnya jalan dimana? depan? tengah? atau belakang?
    dulu pernah paling belakang.. belakaang bgt nyampenya.. waktu di depan yaa depaan bgt nyampenya..

    tapi da selalu ingin di depan.. gamau paling belakang…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s