THROW AWAY YOUR TELEVISION

*judul lagu yang dibawakan oleh Red Hot Chilli Pepper

Televisi sekarang sudah menjadi kebutuhan pokok dalam hidup manusia. Hampir, lebih tepatnya. Mulai dari petani hingga pengusaha sukses mempunyai televisi di dalam rumahnya. Anak-anak kita tumbuh berkembang dengan ditemani oleh televisi.

Televisi menawarkan banyak hal, menampilkan banyak hal. Mulai dari informasi, hiburan, cerita bahkan mimpi dan angan-angan. Pertanyaannya adalah, apakah semua yang ditampilkan oleh televisi itu berguna untuk kita?

Stasiun televisi sekarang hidup dan berkembang berdasarkan rating (jujur saja, saya tidak tahu darimana perhitungan rating sebuah acara itu datang). Akibatnya, hampir semua stasiun televisi berlomba-lomba membuat acara yang (katanya) diminati penonton, bukan yang dibutuhkan penonton.

Banyak sinetron yang hanya menjual mimpi, dengan cerita-cerita khayalan yang hampir tidak masuk akal. Tidak ada lagi sinetron yang memberikan pesan dan nasihat dalam ceritanya. Tidak ada lagi sinetron seperti “Jendela Rumah Kita”atau “Keluarga Cemara” yang bisa ditonton oleh semua umur. Sinetron sekarang hanya menjual cerita cinta, mistik atau sejarah yang diputar-balikkan. Bahkan sinetron yang (katanya) religi pun, hanya menampilkan kebodohan dan kepalsuan.

Acara-acara televisi lainnya pun, hampir tidak jelas maksud dan tujuan acaranya. Ada yang berjoged-joged selama hampir empat jam, diantaranya diisi dengan saling menghina dan perang tepung. Belum lagi pakaian yang dikenakan oleh para artisnya sangat terbuka dan menampilkan lekuk tubuhnya.

Apa jadinya anak-anak kita, jika hampir setengah waktunya dalam satu hari diisi oleh acara-acara seperti itu. Konon, anak-anak itu seperti spons, menyerap hampir semua yang ditampilkan dan diajarkan kepadanya. Akan menjadi generasi yang pemimpikah, atau generasi pengumbar nafsu dan kekerasan, jika pada mereka ditampilkan tayangan-tayangan yang sama sekali tidak mendidik.

Tentu saja tidak semua acara televisi seperti itu. Masih ada acara televisi yang menayangkan pengetahuan dan kearifan lokal, tapi jika dibandingkan dengan jumlah acara televisi yang lain, hanya seujung kuku.

Disinilah kebijaksanaan orang tua sebagai pendidik pertama untuk memilah-milah acara televisi untuk anaknya. Batasi waktu anak untuk menonton televisi, pilih acara televisi yang benar-benar cocok untuk anak-anak. Biarkan anak-anak bermain di luar dengan kawan-kawan sebayanya daripada ia duduk diam menonton acara yang tidak jelas di televisi. Lebih baik ia hitam dibakar matahari dan kotor karena bermain di luar daripada ia bersih tapi otaknya dirusak oleh televisi.

Kalau memang kita mempunyai kemampuan, pilih saja televisi berlangganan, jadi kita bisa memutar channel yang konten acaranya mendidik dan cocok untuk anak-anak. Dampingi anak-anak ketika menonton sehingga kita bisa membantu menjelaskan acara televisi itu kepada anak-anak. Selain itu juga akan menimbulkan kedekatan antara orangtua dan anak.

Jadi, pilihlah acara berkualitas untuk anak, atau Throw Away Your Television.

18 Januari 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s