Menyesal

Pernahkah pembaca menyesali apa yang telah terjadi dalam hidup anda? Lalu berandai-andai bahwa semua akan berbeda jika kita bertindak hal yang lain. Pada akhirnya kita hanya akan sibuk menyalahkan diri sendiri dan/atau orang lain atas apa yang terjadi pada diri kita sekarang.

Sibuk menyesali masa lalu dan menyalahkan sesuatu/seseorang tidak akan mengubah nasib kita sekarang. Akibatnya kita akan makin terpuruk dan tidak mampu bangkit untuk mengubah kondisi sekarang.

Apa yang telah terjadi, biarkanlah terjadi. Jadikan masa lalu sebagai pelajaran dalam hidup, jangan sampai terjebak dua kali oleh kesalahan yang sama. Dalam hidup, yang terpenting bukanlah berapa kali kita jatuh, tapi berapa kali kita bangkit dan belajar dari kejatuhan/kegagalan kita tersebut.

Ambil sisi positif dari kondisi kita sekarang, yakinlah bahwa Tuhan punya skenario yang indah dan terbaik dalam hidup kita. Misalkan penulis sendiri, walaupun penulis tidak menyelesaikan kuliahnya, tapi penulis berkenalan dengan lingkungan Masjid Salman ITB, masjid kampus, menjadi relawan, bertemu kawan-kawan yang luar biasa dan belajar kearifan hidup dari mereka.

Jika kita sibuk mengambil sisi positifnya, hidup kita akan menjadi suram dan selalu pesimis. Hilanglah nikmatnya hidup, hilang kemampuan kita untuk mensyukuri apa yang telah kita punyai dan hilang pula kebahagiaan hidup kita.

Jadi jangan takut gagal, tapi takutlah tidak mampu bangkit setelah gagal.

Salam

23 Januari 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s