Rindu

Aku merindukan gemericik sungai nan jernih di kaki gunung itu. Membasuh badan dengan air sungai yang dingin. Lalu kembali ke hangatnya tenda dan kopi yang menyegarkan.

Aku merindukan mengarungi sungai yang deras memacu adrenalin. Basah oleh keriangan dan semangat. Lelah tapi tertawa puas sesudahnya.

Aku merindukan tebing terjal untuk kupanjati. Bergantung di ketinggian, berkeringat dan lelah gemataran. Lalu terbayar ketika mencapai titik tujuan.

Aku merindukan menggendong ransel penuh beban. Kehujanan, kepanasan mendaki puncak gunung. Beristirahat ditemani api unggun yang terbakar riang dan tertidur lelap di bawah langit berbintang.

Aku merindukan hutan, sungai, tebing dan gunung. Aku rindu petualangan.

Aku merindukan menikmati secangkir kopi bersama sahabat. Berbagi cerita, tawa dan duka.

Tapi aku lebih merindukanmu. Kamu, yang memiliki tahi lalat di bawah mata kananmu. Kamu yang saat ini tertidur lelap memeluk boneka beruang kesayanganmu.

Bersabarlah, karena sebentar lagi aku akan pulang. Setelah itu, kita tuliskan cerita kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s