Malam

Malam menggelap larut, kantuk berangsur lelap.

Waktu berangsur –angsur menuju, diwakili

Detak detik detak detik detak tiktak tik tak tik

Pena ku bergerak bergegas seakan dipacu

Tengah malam segera datang

 

Sesekali nyamuk berderu

Entah memang mencari makan, atau hanya sekedar mengganggu

karena iri saja akan kedamaianku yang tenang.

 

Mata terpejam, tapi otak seakan terus melaju

Berburu susun kata-kata, kalimat dan cerita.

Gelisah, karena lelah

 

Lambat laun lambat laun

Satu domba……

Dua domba…….

Tiga domba……

..

..

…..

……

dua ratus empat puluh enam ribu tiga ratus sembilan puluh lima domba

27 Januari 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s