Danau Tarusan Kamang; Keindahan Tersembunyi yang Memukau

Danau Tarusan Kamang, mungkin kalau kawan-kawan memasukkan kata ini ke mesin pencari, akan banyak kawan-kawan temukan artikel yang memuat tentang daerah ini. Tidak perlu mungkin penulis mengulas lagi panjang lebar, hanya sedikit berbagi foto dan cerita.

Cerita ini bermula dari tontonan di televisi dan artikel di internet yang menggambarkan keindahan Danau Tarusan Kamang. Oh ya, ada juga permintaan dari si Neng untuk ngirimin foto Danau Tarusan Kamang, mumpung lagi di kampung.

Akhirnya, diantara kesibukan syukuran nikahan si Uda, penulis menyempatkan untuk kabur sejenak. Daripada terbayang-bayang terus sampai Bandung.

Jam setengah lima sore, dengan arahan dari Pak Ancak (adiknya bapak) meluncur kearah kamang. Ternyata lumayan jauh juga dari rumah (Kapau), kira-kira 10 km lagi. Jalanan ke sana sudah diaspal bagus, jadi tidak menghambat juga.

Sepanjang perjalanan, hijaunya sawah membentang menyegarkan mata. Bukit seakan menjadi latar belakang dari sawah menghijau dan pedesaan yang damai. Dan ketika sampai di Danau Tarusan Kamang, Masya Allah. Indah sekali.

Terharu melihat bahwa di sudut kampung halaman ada sebuah tempat yang sangat indah. Danau yang luas dan di belakangnya bukit yang menghijau asri. Sebuah tempat yang damai bahkan hanya untuk duduk merenung menikmati dan mensyukuri keindahan alam.

2014-02-03 17.01.43 2014-02-03 17.02.00 2014-02-03 17.02.26 2014-02-03 17.02.36 2014-02-03 17.04.50 2014-02-03 17.04.59 2014-02-03 17.06.12

Absen Sejenak

Akhirnya menulis lagi, setelah beberapa hari absen. Beberapa hari kebelakang disibukkan oleh persiapan pernikahannya uda (abang) penulis. Absennya bukan karena sibuknya, tapi karena capeknya jadi sudah tidak terpikirkan lagi untuk sejenak menuangkan isi otak ke dalam tulisan singkat.

Semenjak kamis hingga selasa kemarin lumayan disibukkan dengan bantu-bantu persiapan. Banyaknya sih memang cuma disuruh-suruh, hehehe. Di dapur, angkat-angkat, belanja-belanja.

Pada hari Minggunya, hari akad nikah, akhirnya malah tepar. Minggu siang sebelum akad, badan tidak sanggup lagi untuk melanjutkan pekerjaan. Dari jam tiga hingga jam lima sore, tidur istirahat total.  Bahkan malamnya, benar-benar dimanfaatkan untuk tidur mengumpulkan tenaga lagi, karena besoknya masih aka nada undangan yang datang ke rumah.

Sistemnya memang bukan baralek (kendurian), hanya sedikit acara syukuran secara adat. Pada hari Minggu sebelum mempelai pria diantarkan untuk akad nikah, diadakan syukuran di rumah mempelai pria. Lalu dengan diantar beberapa orang keluarga, mempelai pria menuju tempat mempelai wanita, untuk melaksanakan akad nikah dan kemudian melanjutkan acara syukuran di rumah kediaman mempelai wanita.

Seninnya, pengantin baru datang ke rumah keluarga laki-laki begitu juga beberapa sanak famili yang sesuku yang sebelumnya telah diundang untuk datang ke rumah. Sejak pagi sampai sore sanak famili yang diundang bergantian datang ke rumah memberikan doa restu dan ucapan selamat kepada kedua mempelai.

Pada sore harinya, penulis menyempatkan diri kabur sejenak ke Danau Terusan Kamang. Nanti akan ada sebuah tulisan terpisah tentang objek wisata ini.

Inilah, tulisan pertama (atau lebih tepatnya curhat) setelah sebelumnya absen sejenak istirahat. Mudah-mudahan masih bisa dilanjutkan 1 hari 1 tulisannya.

Salam