Kaderisasi, Sebuah Proses (Tidak) Instan

Kaderisasi adalah sebuah proses pembentukan karakter seorang kader sehingga ia memiliki nilai-nilai yang sama dengan organisasi  yang diikutinya. Kaderisasi adalah sebuah proses, sehingga tidak akan bisa selesai dalam waktu yang singkat. Semua organisasi pasti akan melakukan kaderisasi terhadap anggota barunya dengan cara dan metode yang berbeda-beda sesuai dengan budaya dan nilai-nilai yang dianut masing-masing organisasi tersebut.

Kali ini penulis akan mencoba khusus membahas kaderisasi di organisasi kemahasiswaan, mencoba memberikan sedikit opini dan pendapat.

Teladan

Menurut pandangan penulis, inti dari kaderisasi adalah keteladanan. Seorang senior, jika ingin menanamkan solidaritas kepada juniornya, maka ia harus menunjukkan seperti apa prinsip solidaritas itu, bukan dengan cara menghukum satu orang dan memaksa rekan-rekan juniornya yang lain untuk menerima hukuman. Contohnya, jika seorang senior ingin menanamkan kekeluargaan, maka ia juga harus menampakkan kekeluargaan dalam organisasi itu, bukan dengan memaksa juniornya hadir sesuai kuota yang ditetapkan.

Dengan keteladanan, maka yang dikader (junior) memahami bahwa nilai-nilai yang diwariskan tidak hanya sekedar lips service atau omongan belaka. Junior menyadari bahwa nilai-nilai tersebut memang diaplikasikan oleh pengkader (senior) sehingga mereka tanpa ragu akan menanamkan nilai-nilai tersebut dalam diri mereka.

Diskusi

Selain itu, idealnya ada diskusi dalam proses kaderisasi. Dalam diskusi, antara senior dan junior saling menyamakan suhu, junior diajak untuk mau dan mampu berdialog, memberikan dan menerima kritik dan saran. Ketika berdiskusi, terjadi pertukaran informasi antara si pengkader (senior) dan yang dikader (yunior), tidak hanya senior yang berbagi cerita tetapi junior juga bisa sharing informasi dan pengetahuan sehingga saling mengisi.

Dengan diskusi, kedua belah pihak “dipaksa” untuk banyak membaca sehingga tidak tertinggal dalam informasi dan pengetahuan. Dengan diskusi juga terbina kedekatan antara senior dan junior sehingga tidak ada jarak antara senior dan junior. Kedekatan ini akan berguna dalam penyampaian nilai dan jika terjadi konflik dalam organisasi.

Diskusi tidak harus berupa obrolan resmi dan serius seperti rapat atau kuliah. Diskusi bisa dilakukan sambil menikmati secangkir kopi di tempat yang cozy atau sambil makan di angkringan. Bahkan diskusi juga bisa dilakukan sambil travelling bersama.

LONG TIME PROCCESS

Kaderisasi bukanlah sebuah proses instan yang akan selesai dalam jangka waktu beberapa bulan, atau setahun-dua tahun. Dalam pandangan dan pengamatan penulis, proses kaderisasi membutuhkan waktu bertahun-tahun. Proses kaderisasi yang hanya berlangsung beberapa bulan seperti kembang api, cepat terbakar dan terang benderang tapi cepat juga padamnya.

Proses kaderisasi adalah sebuah proses pembelajaran. Baik senior ataupun junior juga mengalami pembelajaran. Karena kaderisasi adalah sebuah proses pembentukan karakter, maka dibutuhkan waktu dan lama serta kesabaran sehingga nilai-nilai yang ditanamkan menjadi karakter dari kader organisasi tersebut.

Seorang senior penulis pernah berkata “Kaderisasi itu berhasil jika yang dikader lebih baik daripada pengkadernya”.

Selamat Mengkader

24 Maret 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s