Good Leader Good Follower

Seorang good leader harus bisa menjadi good follower. Setidaknya begitu yang dulu diajarkan pada setiap pelatihan/training kepemimpinan yang kita ikuti di sekolah atau di kampus. Untuk menjadi seorang pemimpin yang baik, seseorang harus bisa menjadi bawahan yang baik. Dengan menjadi bawahan, ia akan mengerti bagaimana kondisi bawahan sehingga bisa memimpin dengan baik. Sebelum menjadi pemimpin, ia harus merasakan menjadi bawahan.

Pada umumnya seorang pemimpin sebelumnya menjadi bawahan terlebih dahulu. Ia bisa jadi seorang bawahan yang baik, lalu menjadi pemimpin yang baik pula. Tapai bagaimana jika setelah sekian lama jadi pemimpin ia menjadi bawahan lagi? Bisakah ego nya ikut merendahkan diri untuk tidak menantang dan menegakkan kepala dengan angkuh?

Jarang sekali seseorang yang cukup lama jadi pemimpin lalu kembali menjadi bawahan bisa menjalaninya dengan baik. Ada ego yang besar yang menolak untuk mematuhi perintah, apalagi jika pemimpinnya sekarang itu adalah mantan bawahannya. Kadang apa yang dilakukannya selalu salah, karena ia masih memandang dengan kacamata ia yang belum tentu benar.

Aku rasa salah satu ujian terbesar seorang pemimpin adalah kembali menjadi bawahan. Apakah dia adalah seorang yang memiliki hati yang besar dan mampu rendah hati? Orang-orang di sekitarnya lah yang akan menjawabnya.

28 Oktober 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s