Stop Diskriminasi!

 

Pengertian Istilah

Stop (inggris): berhenti, hentikan

Diskriminasi: pembedaan perlakuan terhadap sesama warga negara (berdasarkan warna kulit, golongan, suku, ekonomi, agama, dan sebagainya)

Stop diskriminasi: seruan untuk menghentikan kegiatan pembedaan  perlakuan terhadap sesama warga negara.

Berhenti Membeda-bedakan perlakuan terhadap orang lain.

Postingan ini akan tentang diskriminasi tapi spesifik pada satu masalah. Tenang saja, aku tidak akan membahas tentang isu LGBT (Lesbian Gay Biseksual dan Transgender) yang sedang hangat (atau malah sangat panas) dibicarakan di media social akhir-akhir ini. Karena (1) aku bukan orang yang ahli terkait masalah ini, (2) GUE GA PEDULI!

Yang akan aku bahas disini adalah diskriminasi terhadap orang-orang garing. APA? GARING?

Ya, garing a.k.a jayus a.k.a “apaan sih, ga lucu tau”.

Garing yang aku maksud bukanlah garing kerupuk yang digoreng kering, atau garing ikan asin kelamaan dijemur. Garing adalah suatu kondisi dimana lawakan atau jokes yang dilontarkan tidak menghasilkan reaksi seperti yang seharusnya yaitu tertawa terbahak-bahak, tetapi malah tertawa sini, tertawa seadanya atau malah kata-kata “naoon sih maneeeh”. Kondisi ini biasanya karena level jokes yang dilontarkan tidak sama dengan selera humor si pendengar atau penerima. Pendengar atau penerima lawakan akan menatap dengan pandangan kesal, menghela napas panjang, lalu memberikan cap “Si Garing”, “Si Jayus” dan lain-lain.

man, please! Mereka juga manusia, punya rasa punya hati, jangan samakan dengan pisau belateeeee. (bayangkan suara lengking candil terngiang-ngiang di telingamu). Kebetulan saja level humor mereka tidak bisa diterima oleh selera humormu. Ditambah lagi, memang pede-nya berlebihan aja (batas antara percaya diri dan tidak tahu diri emang tipis kok. Hehehe).

Pada orang-orang yang terindikasi terkena CJSD (Crunchy Jokes Syndrome Disorder) ini, mereka punya hasrat yang menggebu-gebu untuk menghibur kawan-kawannya dengan materi-materi yang bagi mereka itu lucu. Kebetulan aja mereka ga sadar bahwa lelucon mereka itu, eehhm ya gitu deh.

Jadi, tolong terima mereka apa adanya. Bantu mereka untuk keluar dari hasrat untuk melucu, biarkan mereka menyalurkan hasrat terpendam itu, biar ga jadi bisul. Jangan beda-bedakan mereka, siapa tahu nanti ada waktunya kaum-kaum ini akan terkenal mengalahkan lawakan-lawakan barbar yang sedang ngetrend di tv. Toh, Uus aja dengan kegaringannya nongol mulu di tv, siapa tahu nanti ada stasiun televise yang khilaf ngontrak mereka untuk mengisi acara tengah malam setelah lagi Padamu Negeri (disaat semua orang sudah tidur, biar penonton tidak mengalami gangguan mental serupa)

Hati-hati. Konon katanya garing itu menular.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s