Jangan Cuma Doakan Anaknya, Doakan Juga Orangtuanya

 

Oke, sekarang aku akan posting hal yang agak serius. “Emang selama ini ga serius postingannya?” Serius kok, becandanya. Hehehe.

Setiap kali kita mendengar kabar rekan, saudara dan handai tolan mempunyai anak, kita umumnya selalu mendoakan “Selamat ya, semoga jadi anak yang sholeh/sholehah, berbakti kepada orang tua dan berguna bagi nusa dan bangsa”

Tidak salah, bahkan Nabi Ibrahim juga berdoa semoga keturunannya menjadi orang yang sholeh/sholehah. Tapi boleh dong, kita juga mendoakan orang tuanya.

Maksudnya gimana? Maksudnya adalah, kita juga mendoakan orang tuanya supaya mampu mendidik anaknya menjadi anak yang sholeh/sholehah.

Pergaulanku dengan beberapa orang kawan yang sudah bertitel Psikolog, membuat kami sering berbicara panjang lebar tentang sifat dan perilaku manusia. Kesimpulannya adalah bahwa orang tua berperan besar dan penting dalam pembentukan karakter seorang anak.

Mungkin kalau boleh dianalogikan seperti ini. Seorang anak yang baru lahir seperti segumpal tanah liat basah. Orang tua adalah pihak pertama yang membentuk karakternya. Tanah liat yang basah mudah dibentuk, begitu juga seorang anak. Didikan orang tua di rumah dan lingkungan sekitar membentuk kepribadian anak.

Contoh, anak yang narsistik, di rumahnya bisa jadi dia tidak mendapatkan apresiasi yang layak dari orang tuanya, sehingga dia mencari apresiasi di luar rumah.

Semakin dewasa, atau semakin lama tanah liatnya semakin kering dan semakin susah dibentuk. Semakin dewasa seseorang, mengubah kepribadiannya tidak semudah ketika dia masih kanak-kanak. Seseorang berubah ketika dia dewasa jika ada suatu major force atau kejadian traumatik yang mengubah dirinya secara permanen. Kalau dianalogikan ke tanah liat yang sudah kering dan terbentuk tadi, ada suatu gaya yang besar entah dia jatuh atau dipukul.

Well, kurang lebih gitu lah analoginya. (walau kata temanku yang psikolog, ada sesuatu yang miss di analoginya, tapi dia juga bingung apanya. Heuheuheu).

Kembali lagi ke orang tua, pendidikan pertama seorang anak adalah rumah. Keluarga normal berarti ada orang tua, yaitu ibu dan ayah, juga anggota keluarga lain yang tinggal serumah dengan anak. Merekalah yang bertanggung jawab mendidik anak di fase awal kehidupannya. Orang tua tentu saja perannya jauh lebih dominan disbanding dengan yang lain.

Jadi, jangan terlalu berharap anaknya akan cihuy jika orang tuanya nggak cihuy. Jangan minta anak rajin baca buku, kalau orang tua sendiri tidak membiasakan diri membaca.

Saran sih, kalau ada teman, sanak saudara dan handai taulan yang baru saja melahirkan, tambahin doanya “Semoga jadi anak yang sholeh, dan bermanfaat bagi banyak orang. Semoga orang tuanya mampu menjadi orang tua yang membanggakan dan diteladani dengan baik oleh anak-anaknya dan mampu mendidik mereka dengan baik.”

3 thoughts on “Jangan Cuma Doakan Anaknya, Doakan Juga Orangtuanya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s