Dilan 1 dan 2

Dilan 1 dan 2Akhirnya aku punya dan baca bukunya Surayah Pidi Baiq yang berjudul Dilan, baik buku pertama ataupun yang kedua.

“Dih, baru baca. Kemana ajaaaa?”

“Dih, biarin. Orang baru punya (baca: dikasih). “

Biarlah orang lain menggonggong, aku akan tetap melengos memalingkan muka, lalu berlalu sambil tetap membahas buku Dilan.

Dilan adalah cerita romantis ala Pidi Baiq. Cara berceritanya tidak senyeleneh seri Drunken-drunkennya Surayah, tapi kalian yang baca akan tetap merasakan Pidi Baiq style di dalamnya. Kalau ibarat kopi, tetap ada rasa Pidi Baiq di after tastenya.

Ceritanya sederhana saja, tentang seorang wanita bernama Milea yang mengenang kisah cintanya pada masa SMA dengan laki-laki bernama Dilan. Kisah cinta masa SMA, tapi berbeda dengan cerita-cerita teenlit yang popular di kalangan remaja.

Buku pertama banyak berkisah tentang pertemuan Dilan dan Milea, kisah mereka dalam masa PDKT, sedangkan buku kedua bercerita tentang lika-liku kisah percintaan mereka berdua, dengan segala konfliknya.

Jika kalian membaca buku pertama, kalian mungkin akan jatuh cinta dengan Dilan (kalau kalian cewek) atau iri dengan Dilan (kalau kalian cowok). Ya, kalau kalian cowok dan jatuh cinta kepada Dilan, ga ada yang ngelarang juga sih. Heuheuheu. Ya, di buku pertama akan banyak bercerita tentang bagaimana Dilan mencintai Milea dengan caranya yang unik.

Para wanita setelah membaca buku pertama ini akan berpikir “kalau ada lelaki macam Dilan di dunia ini, aku rela berjuang mendapatkan cintanya.”

Tapi pada buku kedua, sepertinya Surayah ingin mengingatkan bahwa Dilan adalah manusia, di balik keunikannya, ia tetap seorang remaja, dengan segala kekurangannya. Wajar saja banyak pembaca yang mungkin agak kecewa dengan buku kedua ini.

“Ih, kok Dilan gitu ya.”

“Kecewa banget ama Dilan”

Tapi bagiku, buku kedua menunjukkan bahwa terkadang dunia tidak selalu berjalan seperti yang kau inginkan, tidak selalu berakhir bahagia. Buku kedua menghempaskan kita ke realita.

Siapa sih Dilan? Dilan itu hanya seorang remaja, keras kepala dan unik.

Lalu siapakah Milea yang dicintai Dilan? Milea juga seorang remaja yang kebetulan cantik, dengan masalah-masalah remaja pada umumnya.

Tidak menjelaskan ya? Kalau mau lebih mengenal mereka, baca aja deh, Dilan buku pertama dan kedua. Romantis, manis tapi tidak bikin giung.

4 thoughts on “Dilan 1 dan 2

  1. oi darma.. apa kabar? eh ngomong2 soal tulisan ya.. coba deh lo buka forum SFTH-nya Kaskus terus cari trit yang dibikin sama Robotpintar (id kaskusnya), kok ya gaya2 nulisnya sedikit mirip sama punya lo deh

    • eh ada icha, Alhamdulillah baik. Masa sih cha? barusan gw baca-baca, agak beda tulisannya. Tulisannya romantis, tapi ringan dan agak manis. Kalau gw mah sembarangan, ga beraturan. Hehehehe… Ee, tapi gatau juga sih, ga baca semuanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s