Learning Camp Sinergi Sumedang Dream Project 2016

 

Sudah lebih sebulan aku tidak menulis cerita, ocehan dan celotehan di blog ini. Alasannya, lagi sibuk. Ga deng, emang pas lagi malas aja.

Tetapi bulan kemarin memang cukup banyak yang dilakukan (sok sibuk banget sih mang).

Akhir bulan April, aku dikontak oleh seorang sahabat (inisial “S”, belakangnya “eptian” hahahaha) untuk membantu dia di program Learning Camp yang akan diadakan di Sumedang (kamu tahu Sumedang? Ya, Tahu Sumedang). Aku diminta untuk membantu sebagai pengajar sekaligus KorLap (Koordinator Ngelap) atau kerennya On-site Manager. Tak perlu berpikir lagi untuk menerima tawarannya (walau menurut pengakuan oknum “S” ini, proyek ini adalah proyek nekat) karena aku bisa dibilang telah terbiasa dengan kegiatan seperti ini.

Berselang beberapa hari setelah tawaran ini kuterima, surel yang kutunggu-tunggu akhirnya tiba juga. Sebelumnya aku mengajukan lamaran menjadi editor di sebuah perusahaan penerbit di Kota Surabaya, telah mengikuti tes yang diberikan tinggal menunggu panggilan wawancara.

Panggilan wawancara pun tiba, tapi bukan itu yang akan aku ceritakan di postingan kali ini. Skip-skip, setelah kembali dari wawancara di Kota Surabaya, aku bersiap untuk menjalankan Program Learning Camp Sinergi ini.

Proyek ini nyaris duplikasi dari program Learning Camp yang diadakan oleh LPP-YPM Salman ITB. Bentuknya adalah bimbel terpadu untuk siswa lulusan SMA yang berprestasi tapi berasal dari keluarga dhuafa. Bedanya, kali ini pesertanya spesifik dari kabupaten Sumedang.

Para peserta menetap selama tiga minggu, diberikan bimbingan belajar intensif persiapan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

Program ini dimulai tanggal 8 Mei 2016 dan berakhir tanggal 29 Mei 2016. Ada sepuluh orang siswa yang mengikuti kegiatan ini, lima laki-laki, lima lagi perempuan. Selain aku, ada dua orang lagi relawan yang membantu membimbing adik-adik (atau ponakan?), yaitu Anis dan Uus. Anis bertanggung jawab di bagian administrasi, mengajar Biologi dan Sejarah, sedangkan Uus mengajar Matematika dan Geografi, juga mengatur jadwal piket dan masak peserta sekaligus ibu Asrama. Aku? Selain mengajar Fisika, on-site manager (panggilan kerennya: Mamang Villa), juga menggantikan guru Bahasa Inggris dan TPA jika yang bersangkutan berhalangan hadir.

Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Mandalaherang, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang. Seorang jendral pensiunan TNI berbaik hati meminjamkan villanya untuk kami gunakan sebagai tempat tinggal dan belajar. Villa beliau sangat luas, dikelilingi kolam berisi ikan yang besar-besar. Ikan lele di kolamnya mencapai berat tujuh kilogram.

APA…?? TUJUH KILOGRAM?

Tukang pecel lele mungkin keder untuk menggoreng ikan ini. Hahahahaha.

Dari sepuluh orang peserta, lima orang dari SMA 3 Sumedang, dua orang dari SMA 1 Cimalaka, satu orang SMA 1 jatinangor, dan dua sisanya siswa SMK PI Bandung.

Selama tiga minggu, kami menjadi sebuah keluarga baru. Masak bersama, piket membersihkan rumah, mencuci piring, belajar dan bermain bersama. Tiga minggu kebersamaan mengakrabkan kami, layaknya adik-kakak, paman-keponakan, atau Mamang dan Alo.

Sejak perkenalan pertama, aku mengenalkan diri sebagai Mamang Villa. Emang iseng juga, aku minta peserta memanggilku “Mang Darma”. Biar ada variasi, (udah banyak sih variasi panggilannya, Abak, Uda, Kakak, Abang, Mas, Akang, Aa).

Karena umur mereka sama dengan usia keponakanku, tak ayal mereka kuperlakukan layaknya keponakan sendiri. Diajak main, bercanda, dijahilin dan juga ditegur jika mereka melakukan kekeliruan.

Tiga minggu bersama mereka, banyak kenangan yang kurekam dalam album kehidupanku. Tak sedikit aku belajar dari mereka, mungkin lebih banyak dari yang mereka dapatkan dariku. Mereka adalah anak-anak luar biasa, dengan cita-cita yang luar biasa. Mereka lebih dahulu belajar tentang kebijaksanaan hidup dari diriku, di usia mereka yang masih belia, mereka telah menetapkan tujuan hidup.

Tiga minggu ternyata cukup untuk menimbulkan ikatan emosional tersendiri dengan mereka.

Aris, si Ustads idola dedek imoetz (walau akhirnya ditikung juga).

Reza, si muka tiis nugelo.

Bagja, pria mandi terlama.

Wahyu, rajamodus, dua kali kalah truf. Hahahaha.

Hilfi, si susah ngomong di depan umum, tapi punya mimpi luar biasa.

Icha, jago masak dan nyambel.

Aye, sasaran kejailan favorit.

Amel, si “Uut” yang paling banyak menyerap kegaringanku. Hahahaha.

Jae, diam-diam nyelekit.

Isti, IronWoman, ibu ustadzah yang hobinya nyetrika.

Mudah-mudahan Allah selalu memberikan yang terbaik untuk kalian. Jangan berdoa supaya jalan kalian dimudahkan, tapi berdoalah supaya dikuatkan menempuh jalan yang kalian lalui.

Salam Sayang

Mang Darma

2 thoughts on “Learning Camp Sinergi Sumedang Dream Project 2016

  1. Pingback: Surat dari Mang Kepada Keponakannya | Menoelis soeka-soeka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s