Kapau, Bukan Sekedar Rumah Makan Padang

Rumah ini tempat tangisku pertama kali terdengar, setelah keluar dari rahim Ibu. (foro koleksi dewe)

Rumah ini tempat tangisku pertama kali terdengar, setelah keluar dari rahim Ibu. (foto koleksi dewe)

Awal tahun 2017, 1 Minggu 1 Cerita hadir dengan format baru dan anggota yang semakin banyak. Untuk memanaskan minggu pertama setoran, kita mulai dengan setoran bertema #SerunyaKampungku.

Kampung halaman bagiku bukanlah tempat aku dilahirkan dan dibesarkan. Saat ini, bagiku kampung halaman adalah tempat ibuku berada. Kebetulan ibuku sekarang berada di Kapau, tempat kelahiranku.

Kenalkan, Bapak (alm) dan Ibu. (foto koleksi dewe)

Kenalkan, Bapak (alm) dan Ibu. (foto koleksi dewe)

Bagi kalian penggemar masakan Padang dan pernah berkunjung ke Ranah Minang, Kapau adalah rumah makan. Beberapa rumah makan Padang menampilkan khas masakan Kapau. Tapi tahukah kalian apa itu Kapau?

Kapau adalah sebuah nagari di Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, berjarak sekitar 10km dari pusat kota Bukittinggi. Topografi kenagarian Kapau cenderung datar, tidak ada perbukitan. Tapi daerah yang berada pada ketinggian  +700m dpl membuat iklim di kampung halamanku cenderung sejuk.

Jika kalian berkesempatan ke Sumbar dan main ke Bukittinggi, mampirlah ke Kapau. Saat ini banyak warga kapau yang mulai menanam buah naga di pekarangan, bahkan kebunnya. Tanaman ini lumayan menambah penghasilan warga selain bertani, berkebun dan berdagang.

Kapau adalah sebuah desa, seperti kebanyakan desa pada umumnya maka tetangga-tetangga terdekat masih keluarga. Bahkan, satu jorong (mungkin kalau disamakan, ini setingkat rw), pasti saling berkait hubungan kekeluargaannya. Seperti halnya keluarga, maka selalu saling membantu.

Aku merasakan langsung bagaimana keluarga saling membantu ketika pernikahan kakak tertuaku. Di kampungku, baik ada pesta pernikahan dengan pelaminan segala macamnya atau hanya syukuran maka keluarga terdekat pasti akan membantu menyiapkan hidangan. Belasan hingga puluhan orang bahu-membahu menyiapkan masakan, camilan bahkan membersihkan rumah menjelang acara.

Dapur atau halaman belakang yang disulap menjadi dapur riuh oleh celoteh, canda tawa dan gurauan ibu-ibu yang memasak. Pada umumnya ibu-ibu yang sibuk mempersiapkan semua, kaum bapak akan membantu untuk masakan yang membutuhkan tenaga seperti mangacau galamai, atau maaduak randang sakuali.

Gurauan-gurauan yang terlontar terkadang membuat jengah dan memerahkan telinga anak gadis atau bujang yang ikut membantu. Tapi gurauan di dapur hanya sampai di dapur, selepas acara tak lagi dilanjutkan.

Kampungku seperti itu, Kapau.

Jika kalian mendengar kata Kapau, ingatlah, Kapau bukan hanya sekedar rumah makan padang, melainkan sebuah desa/nagari dengan kekeluargaan yang masih kental.

1minggu1ceritaa

9 thoughts on “Kapau, Bukan Sekedar Rumah Makan Padang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s