Jadilah Wisatawan yang Disiplin

 

Indonesia terkenal karena banyaknya tempat wisata yang tersebar di seluruh negeri, mulai dari ujung Sumatra hingga pojok Papua. Tidak hanya terkenal di dalam negeri, beberapa tempat wisata bahkan telah menjadi tujuan favorit wisatawan asing.

Pertanyaannya adalah, “Dari sekian banyak objek wisata tersebut, berapakah yang sangat bersih, tertib dan nyaman?” Tebakanku, tidak terlalu banyak. Pertanyaan berikutnya, “Dari yang tidak terlalu banyak itu, berapakah yang benar-benar bersih karena pengunjungnya yang tertib, bukan karena tenaga kebersihannya sigap?” Pasti sedikit sekali.

Pada awal Juli aku berkesempatan mengunjungi salah satu pantai yang cukup terkenal di kota Padang. Ceritanya sih, ngajak istri jalan-jalan, lagi butuh vitamin sea katanya. Tempatnya agak sulit dijangkau, terletak di pinggiran kota, harus naik dan turun bukit supaya bisa sampai di sana. Untungnya pakai kendaraan sendiri, jadi tidak terburu-buru oleh waktu.

Pantainya sih indah, tapi banyak sampah. (foto koleksi dewe)

Tempatnya bagus, kami menikmati indahnya matahari terbenam ditemani deburan ombak yang merdu dan segarnya air kelapa muda. Tapi sayang sekali, hampir sepanjang mata memandang di tepi pantai itu, banyak sekali sampah berserakan. Sampah-sampah yang berserakan itu bervariasi, mulai dari bekas makanan, minuman, bahkan popok bayi…!!!. Man, popok bayi…..!!

Betapa kita sama sekali tidak disiplin sebagai wisatawan. Sebegitu sulitkah menyimpan sementara sampah yang kita hasilkan, sampai nanti menemukan tempat sampah. Istriku dulu pernah bilang kalau orang yang membuang sampah sembarangan itu merupakan orang primitive. Orang-orang primitive membuang sampahnya sembarangan karena semua sampahnya adalah sampah organik yang kemudian akan hancur menjadi tanah. Ya berarti di masih banyak orang primitif di negeri ini.

Pantainya sih indah, tapi banyak sampah. (foto koleksi dewe)

Tidak hanya masalah sampah, kita sebagai wisatawan sangat sulit sekali mematuhi peraturan yang telah ditetapkan di tempat-tempat wisata. Misalkan, di Candi Borobudur itu ada peraturan yang melarang wisatawan duduk di areal tertentu. Di beberapa gunung ada larangan memetik bunga, menyalakan api, membawa barang-barang tertentu.

Coba lah, kita sebagai wisatawan mulai belajar disiplin diri. Patuhi peraturan-peraturan yang berlaku di tempat-tempat wisata tersebut. Peraturan-peraturan tersebut bertujuan untuk kenyamanan, keselamatan dan keamanan kita,

Sama sekali tidak sulit mematuhi peraturan-peraturan tersebut. Mungkin akan terlihat merepotkan pada awalnya. Kalau gak mau repot, jalan-jalannya pakai VR aja, sambil malas-malasan di rumah. Atau kalau bener-bener gak mau repot, telen granat aja sana.