Pada Pagi Berkabut

Pada pagi berkabut kita bercerita.

Dengan secangkir kopi berasap, kita mencandai dingin yang terasa.

Andai masih ada tawa yang tersisa.

Dari masa kanak-kanak yang hampir tanpa luka.

Tak ada beban yang terasa.

Hanya bahagia menyambut pagi yang membawa warna.

 

Pada pagi berkabut kita terpana.

Menghitung waktu yang tersisa,

ditandai putih mulai mendatangi kepala.

Dulu seringkali kita lupa,

bahwa tua tak selalu dewasa.

Banyak kanak-kanak yang tua

Tapi sedikit muda yang dewasa

Lalu sampai kapan kita akan terpana

Acuh terhadap masa depan yang pasti ada

 

Pada pagi berkabut, tinggal cerita,

kita diangkut dalam keranda.

Lalu apa yang tersisa?

Hanya kenangan dan nama.