AKU MENOLAK PEMILU

 

Aku menolak pemilu,

yang membuat saudaraku memanggil saudaranya

dengan panggilan yang buruk,

cebong,

kampret.

 

Aku menolak pemilu,

yang selalu dipenuhi kecurigaan,

berita-berita bohong,

fitnah,

buzzer,

akun palsu.

 

Aku menolak pemilu,

yang diwarnai persekusi,

penindasan,

perundungan,

 

Aku menolak pemilu,

yang memisahkan seorang anak dari bapaknya,

hanya karena memilih pilihan yang berbeda,

membuat mereka tak lagi menyapa.

Yang membuat seorang kakak memaki adiknya,

hanya karena warnanya tak sama.

 

 

Aku menolak pemilu,

yang membuat seseorang tega menghabisi nyawa saudaranya,

karena bertengkar akibat perbedaan pilihan,

 

Aku hanya ingin kedamaian,

ketika media sosial kembali dipenuhi info bermakna,

warung kopi hangat oleh perdebatan sengit berakhir tawa,

keluarga tetap bersama walau berbeda warna.

 

Aku hanya ingin kedamaian,

ketika para pemimpin mencerdaskan,

bukan berdebat tanpa arah di layar kaca,

atau menyindir tajam di media.

 

Aku rindu kedamaian.

Surabaya, 2 Desember 2018