SEORANG AYAH YANG BERANGKAT MELAUT

SEORANG AYAH YANG BERANGKAT MELAUT

Dharma Poetra

Seorang ayah berangkat melaut

membawa bekal yang telah disediakan

disertai doa supaya pulang membawa banyak ikan

dan juga tetap pulang dalam keadaan hidup, karena tidak ada yang sepadan

dari nyawa tetap melekat di badan.

 

Seorang ayah berangkat melaut

melangkah menuju perahu sedikit kalut

karena tak lama lagi uang kuliah anak menuntut.

Ia berharap pada tangkapan yang semakin lama semakin surut

entah ikan-ikan bosan pada umpan yang tak pernah menurut

atau habis oleh kapal-kapal besar milik tuan berperut gendut.

 

Seorang ayah berangkat melaut

bercerita bangga, anaknya hari ini turun ke jalan

menuntut keadilan

memperjuangkan kebenaran

mengoreksi kerja anggota dewan

dan menjadi sejarah perlawanan

 

Seorang ayah berangkat melaut

agak resah karena cuaca yang terlalu tenang

serta ikan yang tak kunjung datang.

Entah karena bulan yang makin menghilang

atau badai yang akan menerjang.

 

Seorang ayah berangkat melaut

lalu pulang dan terkejut

melihat banyak orang-orang menyambut

dengan air mata dan pelukan lembut

lalu berbisik “Anakmu telah dijemput maut”

 

Seorang ayah pulang melaut

hanya mampu terperangah

melihat anaknya bersimbah darah

dadanya bolong oleh peluru yang marah

Hanya karena menyuarakan yang salah

akhirnya ia benar menjadi sejarah

yang ditulis dengan tinta merah.

 

Seorang ayah pulang melaut

Berteriak lantang merobek langit

tak tahu lagi ke siapa harus menjerit

meminta keadilan di negeri yang sakit.

 

Seorang ayah pulang melaut

remuk redam duduk bersimpuh

terisak berdoa dengan hati yang runtuh

mencoba menggoyang Arsy milik Yang Menciptakan Ruh.

 

Seorang ayah berhenti melaut

kehilangan anak laki-lakinya

dalam perjuangan dengan beribu mahasiswa lainnya

menegakkan kebenaran pada penguasa

namun harus dibayar dengan nyawa.

 

Seorang ayah berhenti melaut

pipinya basah oleh air mata

hatinya hancur oleh duka

tak mampu bicara dalam nestapa.

 

Duka terdalam untuk

kawan-kawan korban penembakan

Immawan Randi dan Yusuf Kardawi.

Doa kami untuk para ayah

yang ditinggal mati anaknya.

Keadilan harus ditegakkan

Kebenaran harus diperjuangkan

One thought on “SEORANG AYAH YANG BERANGKAT MELAUT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s