Sepucuk Surat untuk Anakku (IV) Selamat Satu Tahun

Sepucuk Surat untuk Anakku (IV)

Selamat Satu Tahun

1 Juli 2020

Untuk Putra Pertamaku

Daru Lintang Segara

 

Hari ini tepat satu tahun kamu menghirup udara di dunia ini. Tepat setahun yang lalu, menjelang subuh aku mengantarkan bundomu ke Puskesmas Sidomulyo. Tepat 365 hari yang lalu, tangisan pertamamu diiringi tangis bahagiaku.

Membersamaimu tumbuh selama ini merupakan pengalaman yang luar biasa. Ada tangis, tawa, marah, kecewa, dan bahagia hadir di antara kami. Hidup kami makin seperti roller coaster, naik turun dengan berbagai emosi campur aduk. Apakah kami tidak bahagia? Kehadiranmu menambah dosis kebahagiaan kami, berkali lipat. Tingkah polahmu yang berbagai macam, selalu berhasil membuatku ingin cepat pulang, bermain bersamamu.

Satu tahun kehadiranmu di antara kami adalah waktu yang luar biasa. Kami berdua berjuang menyesuaikan diri dengan peran baru sebagai orang tua. Sungguh, kami belajar banyak hal dalam waktu setahun ini, tidak hanya sebagai orang tua, tapi juga sebagai manusia. Kehadiranmu makin menambah makna dalam hidup kamu, aku khususnya. Ketika engkau lahir, maka kami berdua juga terlahir kembali. Kami berdua terlahir kembali menjadi pribadi yang baru, yang mungkin lebih baik, sebagai orang tua.

Anak lelakiku, ada beberapa hal yang aku dan bundomu sepakati. Kami sepakat untuk mencoba membuatmu mencintai buku, seperti halnya kami. Kami tidak akan memaksakan pilihan kami, kami akan biarkan engkau memilih jalan hidupmu. Kami hanya akan memberikanmu bekal untuk memilih dengan benar. Kami tidak ingin engkau memiliki masa kecil yang sama dengan kami. Mungkin masa kecil kami tidak ideal untuk pertumbuhan fisik dan mentalmu, oleh karena itu kami ingin masa kecilmu bertumbuh lebih baik dari kami.

Dear Daru, kita tidak bisa memilih dilahirkan dari orang tua yang mana. Tapi kita bisa memilih bagaimana bersikap terhadap orang tua kita, dan akan menjadi orang tua yang seperti apa. Kami memilih menjadi orang tua yang ingin mengembangkan potensialmu setinggi mungkin, apa pun minatmu nanti. Tapi satu hal, kami mewajibkan engkau untuk kuliah. Kuliah tidak hanya sekadar mendapatkan ilmu, karena ilmu bisa didapatkan dari mana saja. Kuliah adalah membentuk pola pikir, membentuk pribadi. Kami merasa mendapatkan banyak hal, banyak pengalaman, dan berubah pola pikir di perguruan tinggi yang kami ikuti.

Nak, mungkin engkau akan bertanya, kenapa surat ini terlambat di post. Ada hal-hal yang terjadi, yang mungkin akan atau tidak akan kuceritakan padamu kelak, sehingga membuat surat ini terlambat kutuliskan. Satu hal yang pasti, bahwa kami berdua mencintaimu, sangat. Entah nanti kemudian engkau punya adik, tapi cinta kami padamu akan tetap, insya Allah. Ada banyak doa-doa yang kami sampaikan untukmu, Nak. Semua untuk kebaikanmu, tentu saja.

Mudah-mudahan kami mampu terus menjadi orang tua yang lebih baik, seiring pertumbuhanmu.

Peluk, cium.

Abak

 

 

Darma Eka Saputra

4 thoughts on “Sepucuk Surat untuk Anakku (IV) Selamat Satu Tahun

  1. Selamat ulang tahun untuk Daru, mas Darma …
    bagus banget wejangannya buat dibaca Daru suatu hari nanti.

    Setuju banget kalau kuliah itu membentuk pola pikir, karakter dan kepribadian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s