Sepucuk Surat untuk Anakku (V): 1,5 Tahun, Daru si Petualang, Sobat Hujan

1 Januari 2021

Dear Daru Lintang Segara,

anak laki-lakiku.

Tak terasa, usiamu sudah delapan belas bulan. Kepandaianmu sudah bertambah, sudah bisa jalan, sudah semakin cerewet, dan sudah bisa berhitung satu sampai delapan. Engkau tumbuh dengan sehat, sepertinya akan jangkung (kakimu terlihat panjang, seperti kaki bundomu).

Sejak ulang tahun pertamamu hingga sekarang, kita telah melakukan petualangan ke beberapa tempat. Kita sempat kabur sejenak, staycation sehari saja menjauhi keramaian dan pandemi tanpa akhir ini di Pandaan. Kemudian, kita ke Malang Selatan, ke pantai, menjauhi keramaian lagi. Kita berusaha menjaga agar tetap sehat, dan juga tetap waras, sesekali menjauhi peradaban menuju tempat yang sepi. Mungkin akan ada lagi petualangan-petualangan yang akan kita jalani lagi, bersama, jika Allah melimpahkan rezekinya ke kita.

Perkembanganmu luar biasa. Melihatmu belajar berjalan, menirukan ucapan-ucapan kami, lalu sekarang bisa menyebutkan angka satu hingga delapan dengan urut. Bahkan, sekarang engkau sudah belajar menyuap makanan sendiri. Tidak hanya engkau yang bertumbuh, kami pun tanpa disadari bertumbuh sebagai orang tua.

Engkau tumbuh menjadi anak yang menyukai hujan. Setiap kali hujan turun, engkau akan berkata “ujan”, lalu berlari ke jendela, atau ke halaman belakang, lalu diam menatap hujan lama. Abak dan Bundo menyebutmu sebagai Sobat Hujan, lelaki pecinta hujan.

Harapan kami, engkau tumbuh menjadi anak yang mencintai dan menghargai alam. Tidak hanya mencintai hujan, tapi engkau harus mencintai pantai, hutan, sungai, gunung, dan seluruh alam semesta ini. Mudah-mudahan engkau tumbuh menjadi anak yang bijaksana karena selalu mampu belajar dari kearifan alam ini.

Semoga kita semua bisa menghadapi tahun 2021 ini yang sepertinya masih akan dhantui pandemi Covid-19 ini dengan baik, dan selalu dilimpahkan kesehatan. Semoga hidup kita selalu dilimpahkan kebahagiaan dan keberkahan.

Jangan lupa bahagia, Nak. Hidup terlalu indah untuk diisi dengan kesedihan.

Abak

Darma Eka Saputra

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s