Sepucuk Surat untuk Anakku (XI): Tiga Tahun Daru, Lima Tahun Abak dan Bundo.

Kepada Anak Bujang Tercinta,

Daru Lintang Segara

Tanggal 1 Juli ini engkau genap berusia tiga tahun. Sudah lebih seribu hari engkau menghirup udara bebas di dunia ini. Selama itu pula kami, Abak dan Bundo, menjalani peran sebagai orang tuamu. Sungguh, kehadiranmu adalah hadiah ulang tahun pernikahan terbaik kami, sehari setelah engkau lahir, 2 Juli.

Kehadiranmu setelah kami menikah selama dua tahun, semakin melengkapi keluarga ini. Rumah yang biasanya hanya terdengar suara percakapan kami, sesekali diiringi suara televisi, kini bertambah meriah dengan suara tangis, rengek,celoteh, dan tertawamu. Kehadiranmu menambah satu lagi alasan Abak untuk pulang. Adanya dirimu di rumah, semakin membuat Abak berat untuk berlama-lama meninggalkan rumah. Dua hari saja, waktu maksimal Abak mampu berpisah dari dirimu. Lebih dari itu, rindu akan menyergap dengan kuat.

Daru, tiga tahun usiamu diiringi dengan lima tahun usia pernikahan Abak dan Bundo. Waktu yang tidak sebentar untuk terus belajar menjadi seseorang yang lebih baik, untuk Bundo, untuk Daru, dan untuk diri Abak sendiri.

Harus diakui, Abak bukanlah sosok Ayah sempurna untuk engkau. Sangat jauh dari sosok Ayah sempurna. Terkadang masih tidak bisa sabar menghadapi berbagai macam polah tingkahmu, yang sudah memasuki usia threenager. Sungguh, menjadi orang tua adalah proses belajar tanpa henti.

Di usia tiga tahun ini, Bundo mulai kembali kerja, tidak jauh dari rumah. Engkau sementara dititipkan di daycare, bermain bersama bunda-bunda yang mengasuh, dengan teman-teman seumuran. Abak yang mengantarkan engkau di pagi hari, kemudian Bundo yang akan menjemput di sore hari.

Hari pertama engkau di daycare, hati kami yang tidak tenang, khawatir engkau tidak bisa menyesuaikan diri, menangis minta pulang, dan kekhawatiran lainnya. Tapi alhamdulillaah, kekhawatiran itu tidak terjadi. Engkau baik-baik saja di sana, bahkan cukup senang karena bermain dengan teman-teman.

Daru, semoga engkau tumbuh sehat, menjadi anak sholeh, cerdas, berakhlah mulia, dan dicintai serta mencintai sesama. Doa terbaik selalu kami sampaikan untukmu.

Cium Peluk Penuh Cinta

Abak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s