Kepada Para Pengemudi Ojek Online

Dear Bapak, Ibu, Mas, Mbak pengemudi ojek online.

Aku adalah satu di antara jutaan masyarakat Indonesia yang bersyukur atas kehadiran transportasi dalam aplikasi di Indonesia. Mau disebut Gojek, Grab, atau Uber (yang sekarang sudah tidak ada), kehadirannya memang sangat memudahkan dalam berbagai aktivitas.

Terlepas dari kontroversi yang timbul sejak awal munculnya, kehadiran Ojek Online (ojol) sangat membantu dalam banyak hal. Transportasi dari satu lokasi ke lokasi lainnya, mengantarkan barang, dokumen, paket dalam kota tanpa harus pergi ke tujuan, bahkan membeli makanan di tengah malam buta sekali pun.

Perkembangan jumlah pengemudi ojol pun meningkat pesat. Terlepas dari beberapa kota (dan masyarakatnya) yang masih menolak kehadiran ojol, hampir di semua kota di Indonesia jaket-jaket hijau bertebaran di setiap sudut keramaian. Tak hanya bertambah jumlah saja, tapi mereka berkumpul membentuk paguyuban, perkumpulan, atau organisasi yang bertujuan melindungi satu sama lain.

Seperti biasa, suatu hal yang berkembang pesat pasti membawa masalah yang bisa berujung konflik. Sering terjadi perselisihan antara pengemudi ojol dan ojek pangkalan, bahkan hingga memakan korban. Selain itu banyak juga terjadi konflik dengan pengemudi kendaraan pribadi lain.

Aku paham bahwa bapak, ibu, mas dan mbak sedang mencari rezeki untuk menghidupi diri dan keluarga. Namun yang aku harapkan adalah kalian mau dan mampu berkendara dengan tertib.

Tak sekali atau dua kali aku nyaris celaka gara-gara kalian. Entah yang melawan arus, menerobos lampu merah, atau menyalip dalam sudut yang sempit. Lalu ketika kalian ditegur, muncullah pengemudi-pengemudi lain yang membela kalian, walau kalian jelas-jelas di posisi yang salah. Solidaritas kalian buta, tak mau melihat kebenaran.

Ingatlah bahwa kalian membawa penumpang, yang harus kalian jaga keselamatannya. Kalian juga bisa mencelakai orang lain. Bagaimana jika penumpang atau orang lain yang kalian celakai itu adalah seorang calon ayah yang sedang menanti kelahiran putranya, atau seorang calon ibu yang telah menunggu bertahun-tahun sebelum mendapatkan kabar bahagia adanya nyawa kecil yang sedang tumbuh dalam rahimnya. Tegakah kalian merenggut kebahagiaan itu darinya?

Bahagiakah kalian mendapatkan rezeki tapi dengan mendzhalimi orang lain? Jika kalian adalah orang-orang yang beragama, harusnya kalian sadar bahwa aktivitas kalian tidak boleh merugikan orang lain. Apa pun agama kalian, seharusnya tidak ada agama yang mengajarkan bahwa boleh merugikan orang lain asalkan kalian mendapatkan untung.

Semoga kita semua selalu diberikan hidayah, keselamatan, dan perlindungan.

Aftertaste Asian Games 2018

Para penggemar kopi pasti akrab dengan istilah aftertaste. Aftertaste adalah istilah yang digunakan menggambarkan “kesan rasa kedua” dari aroma dan rasa  cairan seduhan kopi. Gampangnya, astertaste adalah rasa yang tertinggal di lidah atau ujung lidah setelah kita menyesap/meminum kopi.

Asian Games 2018 yang berakhir pada tanggal 2 September lalu menyisakan aftertaste dalam pikiranku.

Semua bermula setelah jagad dunia maya riuh setelah kemenangan Jonathan Christie a.k.a Jojo di pertandingan bulutangkis. Lini masa riuh ramai dengan hastag #RahimAnget #OvariumMeledak #PeranakanBergetar #SelTelurMembelah dan yang sejenisnya. Mungkin kalian juga pernah menyimak, membaca, ikut ketawa, ikut me-reply, posting, atau hanya mengurut dada melihat kelakuan netijen ini.

Aku tidak akan membahas secara panjang lebar, tapi ini adalah aftertaste yang menghasilkan pertanyaan mengganjal di dalam pikiran. Pandangan orang akan berbeda-beda, bahkan tirto.id sendiri membahasnya dalam dua artikel khusus.

https://tirto.id/rahim-anget-karena-jojo-pelecehan-seksual-atau-bukan-cVVs

https://tirto.id/menelanjangi-jojo-dan-kehebohan-soal-rahim-anget-cVNc

Tapi, bagiku Asian Games 2018 memberikan rasa manis atas prestasi atlet Indonesia, tapi menyisakan aftertaste earthy di ujungnya. IMO, you girls should be have more respect for yourself.

 

 

Muncak ke Gunung

akhir2 ini makin banyak yang senang untuk melakukan pendakian ke gunung. seakan jadi gaya hidup yang baru. banyak sisi baik dan buruknya.

sisi baik, kehidupan di kaki gunung semakin rame. para pedagang yang berjualan di sekitaran pos pendakian meningkat omsetnya.

sisi buruknya, kadang para pendaki (apalagi pemula) lupa akan etika-etika ketika berada di alam. buang sampah sembarangan, melakukan hal-hal yang tidak boleh dilakukan di alam dan melanggar pantangan-pantangan d daerah tersebut.

Sepanjang pengalaman gw dan ngobrol-ngobrol dengan para penggiat alam, muncak/ngedaki tidak segampang di film 5cm (yang gw belum nonton)

Butuh persiapan mental dan fisik sebelum melakukan pendakian.
Keberanian untuk berada di alam. Alam sangatlah kuat, kalau kita tidak mampu berdamai dengan alam, akan celaka.

Percaya kepada teman seperjalanan. Selama muncak, kita dan tim itu harus saling menolong saling mendukung. Tidak boleh ada anggota tim yang tertinggal, tidak boleh ada yang jalan duluan. Harus saling menjaga.
Patuh pada pantangan-pantangan yang dikasih tahu oleh warga setempat. Setiap gunung punya pantangan tersendiri.

Persiapan fisik, mendaki gunung tidak sama dengan hiking biasa. Dibutuhkan ketahanan fisik untuk melakukan perjalanan panjang dengan trek yang menantang. Olahraga yang teratur membuat napas dan stamina kuat untuk melakukan perjalanan. Kalau fisik tidak siap, jadinya akan merepotkan tim. Napas pendek masih bisa diakali dengan istirahat sepanjang perjalanan (dengan resiko perjalanan jadi makin lama), tapi kalau kaki yang sudah menyerah dan ga kuat, ga akan bisa dilanjutkan.

Logistik juga harus diperhatikan kalau akan melakukan pendakian. Pengalaman gw dan beberapa penggiat, logistik harus cukup, baik itu makanan, peralatan dan perlengkapan.
Pakaian, selama perjalanan pakailah pakaian yang menyerap keringat dan cepat kering. Jangan memakai jeans karena lama kering kalau basah. Hujan gunung sangat biadab menyerap panas tubuh, jadi berbahaya. Pakai celana kargo/celana lapangan dari bahan yang cukup kuat tidak mudah sobek dan cepat kering.

Bawa pakaian ganti/kering secukupnya saja. Pengalaman gw, cukup bawa 2 stel pakaian ganti (luar dan dalam). 1 stel untuk pakaian tidur, 1 stel lagi untuk perjalanan pulang di bus (biar ga bau banget selama di bus)

Bawa logistik makanan secukupnya, misalkan rencana perjalanan 3 hari dua malam, bawa logostik untuk tiga hari tiga malam, sediakan cadangan untuk kondisi darurat. Jangan bawa makanan terlalu berlebihan, ini bukan pergi piknik ke kebun raya. Makanan berlebihan hanya menambah berat beban carrier.

Air minum wajib, supaya tidak terjadi dehidrasi. Minimal 2 botol besar, tergantung situasi gunung yang didaki. Jika gunung yang didaki tidak memiliki sumber air, berarti bawaan air harus lebih banyak. Dehidrasi selama perjalanan berbahaya, kadang tidak disadari.

Sleeping bag, ponco/raincoat dan jaket sangat penting. Ini berguna ketika hujan dan dingin/malam. Bawa minimal 2 jaket yang cukup tebal, karena angin malam di gunung tidak bersahabat. Lebih baik bawa Raincoat yang model jaket+celana karena tidak mengganggu pergerakan selama perjalanan.

Obat-obatan pribadi penting dibawa, dan juga Medic Kit untuk kelompok/tim.
Perlengkapan tim juga harus diperhatikan. Bawa tenda yang cukup utuk menampung semua anggota tim. Pilih tenda yang tidak tembus air dan kuat terhadap terpaan angin. Bagi beban logistik makanan ke semua anggota tim, supaya tidak memberatkan satu orang. Jangan lupa matras tanggung jawab perorang.

Packing yang benar dalam carrier. Packing yang benar membuat carrier jadi nyaman dibawa, tidak membuat stamina cepat habis.

Jangan lupa bawa Golok (jika tidak ada larangan), pisau lipat, korek api. Jangan lupa membawa peralatan masak dan makan. Jika memungkinkan, buat perapian di depan daerah camp untuk mengusir binatang liar yang mungkin masih ada dan lewat.

Selama perjalanan, jangan tempatkan yang jalannya cepat/napasnya panjang di depan. Takutnya jadi terpisah-pisah. Yang kecepatannya sedang dan lambat di tengah/depan, yang kuat di belakang untuk jadi sweeper. Gapapa agak lambat, tapi tidak terpisah-pisah.

Selama perjalanan, jangan sok kuat, tapi jangan ngerepotin (bingung kan?). Jangan memaksakan, pahami batas ketahanan fisik. Jangan keras kepala, keselamatan nomor satu.

Segitu dulu, kayaknya ada beberapa yang terlupa deh. Maklumlah, tulisan ini dibuat berdasarkan ingatan pengalaman dan obrolan dengan penggiat. jadi kemungkinan ada hal-hal yang terlupa.

Selamat Muncak Saudara.

Everybody Change

Apa yang kamu rasakan ketika bertemu/berhubungan lagi dengan sahabat yang mungkin sudah lama lose contact? Akan ada perasaan bahwa sahabatmu itu berubah, ga seperti yang dulu lagi.

IMHO, everybody change. Bukan cuma fisik, tapi waktu akan merubah kedewasaan, cara berpikir bahkan mungkin cara hidup. Menurut pendapatku, perubahan pada manusia adalah hal yang pasti terjadi.

Waktu menempa manusia, pengalaman hidup membentuk pola pikir dan cara pandang. Ada yang menjadi lebih baik dan ada juga yang menjadi buruk. Tergantung bagaimana cara kita menghadapi hidup.

Pertanyaannya adalah, apakah persahabatan kalian akan berubah? Semua tergantung bagaimana kamu menyikapi perubahan pada diri kamu dan sahabatmu itu.

Yang tidak berubah hanyalah kenangan masa lalu kalian.

 

 

 

Warung Kopi

Warung Kopi, apapun itu bentuknya, apapun itu namanya. Kalian bisa menyebutnya Starbucks, Roemah Kopi, Ngopi Doeloe, Terminal Kopi, Warkop Narji, selama menyediakan kopi, apapun jenisnya, apapun mereknya, tapi bagi gw itu adalah Warung Kopi.

Warung Kopi tidak hanya sekedar tempat minum secangkir kopi, membakar sebatang rokok lalu pulang. WarKop adalah tempat ngobrol, tempat curhat, tempat diskusi dan tempat menyelesaikan masalah.

Gw menikmati WarKop seperti yg gw tulis diatas. Gw pernah diskusi ampe bego di warung kopi. Jaman-jaman INKM 2008, WarKop di sebelah Wisma Dago saksinya. Menyelesaikan konflik INKM dg OHU, cerita-cerita gila dan gajelas dengan panitia INKM, diskusi dengan tokoh-tokoh KM-ITB (kabinet dan kongres), dengan sesepuh KM-ITB.

Gw pernah curhat di WarKop dengan teman dan teman-teman, ampe subuh. McCaffee dan Terminal Kopi adalah saksinya.

Nonton bola ampe teriak-teriak, maen kartu ampe kalap, bahkan duduk sendirian sambil merenung pernah gw lakukan di WarKop.

Bagi gw WarKop bisa jadi sumber inspirasi, duduk sendirian mengamati orang yang keluar-masuk, membaca, menulis dan internet gratis (heuheuheu).

Seperti apa WarKop buat kalian?

Bermain dengan Alam

Saya kebetulan dianugerahi kesenangan untuk bermain di alam terbuka. Senang berada diantara hijaunya rimbun pepohonan, senang mendengarkan simfoni binatang malam di puncak gunung, menikmati paduan suara ombak berdebur riang berkejaran, dibelai gemericik air sungai yang jernih.

Salah satu hal yang saya pahami, bermain di alam, mendaki gunung, mengarungi sungai bukanlah untuk kebanggaan diri. Saya bukanlah menaklukkan tingginya gunung, menaklukkan derasnya sungai, tapi sebenarnya adalah berdamai dengan mereka. Alam ini terlalu tangguh untuk ditaklukkan.

Untuk apa jauh-jauh mendaki gunung di seberang pulau, kalau gunung di sekitarmu belum kau sentuh, belum kau rayu? Untuk apa jauh-jauh, kalau dirimu belum berdamai dengan Alam?

Pengalamanan saya bermain di alam terbuka memang masih sedikit, sangat sedikit. Yang saya pelajari, sangat jauh berbeda perlakuan orang-orang yang sering bermain di alam dengan orang yang baru berkenalan dengan alam.

Saya belajar bahwa mereka yang berpengalaman di alam itu lebih rendah hati, tak takkabur karena alam jauh lebih kuat dari mereka. Bagi mereka alam seperti halaman belakang rumah mereka yang mereka jaga keasrian, kebersihannya.

Saya diajari bahwa meremehkan alam hanya akan membawa celaka. Bersahabat dengan alam, maka ia akan memberikanmu hidup, makanan, minuman.

Saya jujur pernah merasa sombong karena senang main di alam, dan akhirnya takluk oleh alam. Saya jatuh cinta, sehingga kesombongan itu perlahan tunduk. Terlalu indah bagi saya untuk sombong, saya terlalu kecil untuk sombong di alam.

Ya tapi ini anggap aja hanya ocehan-ocehan tidak penting dari saya. Pengetahuan dan pengalaman saya di alam sangat sedikit, masih cupu, belum apa-apanya dibandingkan yang lain.

#MainBareng Synersia Adventure

liburan di depan mata, bosan ga ada kerjaan? pengen kegiatan liburan yang seru dan mendebarkan?
ayo #MainBareng Synersia Adventure 24 Juni 2012 di Situ Cileunca dan Sungai Palayangan Pangalengan.
bisa rafting (arung jeram) dan paintball lho..!!
 
rafting only: Rp. 150.000/org
paintball only: Rp. 100.000/org 40 peluru
rafting+paintball: Rp. 230.000
transportasi: Rp. 30.000 pp bdg-pangalengan
 
seru? pasti seruu…
 

berminat?
call Darma +6281322356011
twitter: @dharma_poetra, @Synersia

Untuk Calon Ma’mumku

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh calon ma’mumku

Semoga dirimu selalu dalam keberkahan dan selalu diberikan yang terbaik oleh-Nya.

Duhai engkau yang akan menjadi ibu bagi anak-anakku, yang akan menjadi permaisuri hatiku, bukannya diriku tak ingin secepatnya mendatangimu dan memintamu dari orangtuamu. Lihatlah tatapan mataku saat melihat saudara-saudaraku yang telah menggenapkan separauh agamanya.

Berikan aku waktu untuk mengejar target-target yang telah kususun untuk beberapa ratus hari ini. Mungkin bagimu itu terasa sangat lama, karena Dia maha membolak-balikkan hati. Karena Dia yang mengetahui ajal. Tak seorangpun tahu apa yang akan terjadi esok hari, bahkan satu detik ke depan tak seorangpun bisa menebak. Tapi bagiku waktu itu terasa cepat dan mengejar-ngejar bagai banteng mengamuk. Menusuk hati jika sedikit saja aku terlena.

Berikan aku waktu untuk mempersiapkan diri dan hatiku ini. Supaya aku bisa menekan egoisnya diri ini, supaya aku bisa mengendalikan jiwa kekanakan ini, dan memperbaiki hubunganku dengan-Nya. Sehingga aku mampu menjadi Imam bagi dirimu.

Hanya Dia lah yang mengetahui yang terbaik untuk kita. Dengan izin-Nya lah suatu saat nanti akan kutatap mata walimu dan dengan tegas kupinang dirimu.

Semoga Allah mengabulkan doa-doa kita.

25

rasanya masih jauh dari dewasa

masih jauh dari cita-cita

masih jauh dan jauh.

sementara waktu terus berlari meninggalkan yang terdiam

kaki ini berat melangkah

angan-angan terbang tinggi padahal

rasanya memang harus meminta maaf

kepada semua, semua dan semua

lalu bangkit dan berlari mengejar ketinggalan

biarkan saja luka, nanti sembuh sendiri

biarkan saja perih, nanti hilang sendiri

biarkan saja sepi, akan ada yang menemani

tapi jangan biarkan cinta

kejar dan harus kukejar

tangkap dan jangan lepaskan lagi

jangan biarkan sahabat

genggam erat hingga akhir perjalanan

18031987 – 18032012

Menjadi Relawan

Menjadi Relawan
Sekedar pengen berbagi cerita/pikiran tentang menjadi relawan.
Kita definisikanlagi devinisi relawan (Volunteer). Menurut Wikipedia :
“A volunteer is someone who works for a community or for the benefit of environment primarily because they choose to do so. The word comes from Latin, and can be translated as “will” (as in doing something out of ones own free will). Many serve through a non-profit organization – sometimes referred to as formal volunteering, but a significant number also serve less formally, either individually or as part of a group.
Kita garis bawahi kata because they choose to do so, karena mereka memilih begitu. Kita simpulkan bahwa menjadi relawan itu adalah sebuah pilihan, dan dengan menjadi relawan kita harus memilih. Dalam bahasa pemrograman ada command if dan else (jika dan maka). Hidup sebenarnya juga seperti itu. Ada Jika, maka pasti ada Maka, jika ada sebuah pilihan maka akan ada resiko dan tanggung jawab yang harus ditanggung. Kita tidak akan bisa lari dari resiko pilihan kita tersebut.
Menjadi relawan adalah pilihan yang tidak mudah sebenarnya. Bekerja dengan azas kerelaan dan keikhlasan tanpa mengharapkan imbalan. Mementingkan orang lain dibandingkan diri sendiri, berkorban waktu dan tenaga bahkan harta menjadi else dari if menjadi relawan. Tak jarang kepentingan kita akan bertabrakan dengan kepentingan/kewajiban kita. Bisa saja pada saat terjadi bencana kita harus memilih antara kuliah atau aktifitas yang dijalani sekarang atau turun ke lapangan. Bisa jadi aktifitas sosial yang kita jalani pada akhirnya memakan sebagian besar waktu kita.
Konsistensi adalah kuncinya. Kita bisa mulai melatih diri dengan memprioritaskan hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan orang banyak, mulai mengingat-ingat lagi amanah sebagai seorang relawan.
Pertanyaan yang paling mendasar ketika kita menjadi relawan (bahkan dalam mengambil sebuah pilihan) adalah “Kenapa”. Pertanyaan ini mempertanyakan niat dan tujuan kita mengambil sebuah pilihan. Jika niatnya salah, maka akan salah pula hasil yang kita dapatkan dari pilihan kita tersebut.
Kenapa kita menjadi Relawan, kenapa kita ikut dalam organisasi Relawan, dan pertanyaan kenapa lainnya. Jika tiba-tiba semangat kita untuk membantu orang lain surut, ingat lagi pertanyaan kenapa tadi. Ingat lagi tujuan awal kita ingin menjadi relawan.
Ini hanya sebuah pemikiran saja, melihat tidak mudahnya mempertahankan komitmen menjadi relawan. Ilmu ikhlas yang kita aplikasikan dalam menjadi relawan itu tidak mudah sama sekali. Tapi kita bisa belajar menjadi ikhlas dengan menjadi relawan.