Si Hitam yang Beraneka Rasa

Aku telah menyukai kopi sejak lama. Minuman yang dikenal berasa pahit  dan memiliki manfaat ini sejak sekolah menengah hampir selalu mengawali hari-hari penting seperti ujian, ujian olahraga atau kegiatan yang membutuhkan booster.

Ketika masih sekolah menengah, minuman kopiku berbentuk kopi telur (Kopi Talua). Aku tidak tahu ini minuman khas mana, tapi di Sumatra Barat, minuman teh telur dan kopi telur merupakan minuman yang umum dipakai sebagai booster, atau hanya sebagai teman ngobrol di kedai bersama rekan-rekan.

Beranjak kuliah, kopiku bergeser menjadi kopi hitam manis. Pergeseran ini lebih karena males repot membuat kopi telur. Maklum, prosesnya cukup panjang: memisahkan kuning dan putih telur, mengaduk kuning telur dan gula hingga cukup mengembang, lalu memasukkan kopi kental panas ke adonan tersebut.

Kopi hitam manis cukup gampang didapatkan, cukup bermodalkan air panas (dispenser) dan kopi instan. Lalu aku akan mendapatkan asupan kafein untuk hari itu.

Seiring waktu, aku berangsur mengurangi gula dalam kopiku. Hingga suatu hari seorang kawan mengenalkanku pada kopi yang spesial.

Kopi spesial yang kumaksud adalah kopi single origin. Kopi single origin ini mungkin gampangnya kopi varietas tunggal dari daerah tertentu, Misalkan kopi Flores Bajawa, Dolok Sanggul dan lain lain. Tidak hanya varietas, tapi proses pasca panen pun bermacam-macam, seperti full washed, natural honey dll.

Kopi mah ya.. Kopi (foto by dewe)

Cara penyajiannya pun bermacam-macam, tapi aku dikenalkan dengan cara penyajian manual brew. Cara penyajian ini tidak memakai mesin kecuali mesin penggiling kopi (grinder). Cara penyajian manual brew ini contohnya pour over (v60), aeropress, syphon, french press, vietnam drip atau tubruk biasa.

Kopi yang berbeda-beda dan cara penyajian yang beraneka rupa ini ternyata memberikan karakter rasa berbeda-beda. Dulu aku pikir kopi cuma ada dua rasa, pahit (bitter) dan asam (acid). Karakter rasa kopi berbeda-beda tergantung proses pasca panen, roasting dan penyajian. selain rasa bitter dan acid yang mendominasi, ada rasa-rasa lain yang muncul dalam kopi ini. Ada rasa nutty, fruity, earthy, chocholaty, winey, atau honey.

Sekarang jika aku ngopi di tempat yang menyajikan kopi single origin manual brew ini, aku selalu bertanya karakter rasa kopi yang ingin kupesan. Walau sebenarnya aku hampir selalu menyukai kopi, tapi favoritku adalah kopi dengan karakter rasa honey dan fruity.

Jangan salah, aku sama sekali tidak ahli tentang perkopian. Aku tidak bisa membuat kopi v60 dengan perbandingan air dan kopi sekian, temperatur air sekian, waktu pouring sekian detik de el el. Yang aku tahu, kopi enak. Udah gitu aja.

Tapi sekarang aku sudah tidak mau lagi mengonsumsi kopi instan, ga masuk ke seleraku. Kopi item tradisional masih mending, walau rasa dominannya lebih ke pahit dengan roastingan yang dark bangeeet.

Sudah Benarkah Shalat Kita?

Sudah benarkah sholat kita? (Gambar dicomot dari http://oktadwianggoro.blogspot.co.id)

Dalam Islam, sholat merupakan unsur terpenting setelah Syahadat. Jika syahadat diumpamakan sebagai pondasi Islam, maka sholat merupakan tiang yang menjaga tegaknya Islam. Tidak sedikit ayat Al-Quran dan hadits yang membahas tentang perintah dan keutamaan sholat.

Dinyatakan bahwa sesungguhnya sholat itu mencegah manusia dari perbuatan keji dan munkar. Sholat seperti apa yang mencegah dari perbuatan keji dan munkar? Sholat yang dilaksanakan dengan benar sesuai yang dilakukan Rasulullah SAW.

Lalu, sudah benarkah sholat kita?

Pertanyaan ini beberapa waktu ke belakang terus melayang di pikiranku. Benarnya sholat tidak hanya masalah gerakan, tapi sependek ilmu ku lebih dari itu.

Dimulai dari pakaian yang dikenakan ketika melaksanakan sholat, apakah yakin tidak terkena najis, terpercik  atau terkena najis baik ringan atau sedang yang tidak disadari. Kalau najis berat mungkin sudah pasti disadari.

Berikutnya cara kita bersuci. Apakah cara kita bersuci sudah seperti yang dicontohkan, membersihkan diri dari najis dan hadas?

Wudhu. Apakah kita sudah yakin wudhu kita benar? Tidak ada bagian yang wajib luput terkena air wudhu.

Sholat. Apakah gerakan sholat kita sudah benar? Bacaan sholat telah benar. Karena dalam bahasa Arab, beda panjang dan pendek, lalu cara pengucapan bisa menyebabkan beda arti.

Apakah sholat yang kita lakukan telah sesuai dengan fiqihnya? Sholat yang kita lakukan sekarang masih seperti dulu diajarkan oleh guru ngaji kita (insya Allah yang diajarkan guru ngaji mah bener ya).

Ada banyak kursus cepat membaca Al-Quran, kursus kilat Bahasa Arab, Kelas Tahfidz, tapi sedikiiit sekali kelas belajar (kembali) sholat.

Hati-hati kawan-kawan, jangan merasa sholat kita sudah benar kecuali kita sudah sebelumnya melongok kembali ke tuntunan.

Insya Allah jika sholat kita benar, maka hidup kita ke depannya akan benar juga.

*Tulisan ini merupakan renungan dan tamparan untuk diri sendiri. Syukur-syukur bisa jadi bahan renungan untuk kawan-kawan.

Duhai Pengendara Bermotor, Hargai Pengendara Lain dan Pejalan Kaki Dong!

Dear Pengendara Kendaraan Bermotor, tolonglah hargai pengendara lain dan juga pejalan kaki. Ini jalan bukan punya mbah moyangmu, orang lain juga berhak memanfaatkan jalan dengan nyaman dan aman.

1. Patuhi Peraturan dan Rambu Lalu Lintas

Gini lho mas mbak, peraturan dan rambu lalu lintas itu dibikin bukan supaya polantas ada kerjaan nilangin kamu-kamu yang melanggar, tapi demi keselamatan semua pengguna jalan, juga kenyamanan kita semua saat berada di jalan raya.

Makanya jangan nerobos lampu merah, bahkan walau kamu “merasa aman-aman” saja. Situ bukan mobil ambulan, pemadam kebakaran, polisi atau tentara yang sedang bertugas dan diperkenankan menerobos lampu merah. Ntar nabrak, mati lho.

Jangan seenaknya melawan arus (pengendara motor apalagi nih). Kalau emang harus muter dikit biar sampai tujuan ya muterlah, toh pake kendaraan ini, ndak harus ngedorong kan?

2. Jangan Pakai Lampu Jauh, Kecuali Diperlukan

Tau ga sih, lampu jauh itu gunanya untuk apa? Kalau kamu ada di jalanan gelap dan sepi, butuh penerangan supaya bisa melihat jalanan yang jauh di sana.

Kalau jalanan rame ngapain pakai lampu jauh? Silau tahu..

Pengendara motor sering banget nih kayak gini, seenaknya make lampu jauh padahal jalanan terang dan ramai. Tau ga, terpapar cahaya langsung ke mata itu bisa mengakibatkan kebutaan sesaat, yang di jalan raya itu berarti mengurangi kewaspadaan sepersekian detik, yang bisa berakibat fatal. Apalagi jika lampu kendaraanmu putih dan sangat menyilaukan.

3. Jangan Nyalakan Lampu Hazard, Kecuali Saat Tertentu

Ngerti ga lampu hazard? Itu lho, kalo lampu sein kiri kanan nyala bersamaan, itu namanya lampu hazard. Mobil biasanya memiliki fasilitas ini, tapi motor terkadang dimodifikasi supaya memilikinya.

Lampu hazard berfungsi untuk menandakan kondisi darurat, entah itu mogok, ada kondisi darurat, atau saat kamu terpaksan berjalan bukan di jalurnya.

Pengendara motor nih yang sering kayak gini, apalagi motor gede. Mereka entah untuk alasan apa menyalakan lampu hazard saat berkendara. Hal ini akan membingungkan pengendara lainnya, karena akhirnya tidak jelas arah pergerakan kendaraan tersebut, apakah ke kiri atau kanan.

4. Jangan Ugal-ugalan

Ugal-ugalan ini maksudnya apa? Ugal-ugalan bukan hanya kamu mengendarai kendaraan dengan kencang saja, tapi juga ga karuan. Nyalip seenaknya, pindah lajur tanpa ngasih tanda dengan sein, belok ga ngasih tanda. Ini akan membahayakan.

Kamu terburu-buru? Kalau emang darurat, silakan panggil bantuan yang berwenang, baik itu ambulan atau kepolisian. Telat? Salah sendiri, jangan nyelakain orang lain. Situ di jalan terburu-buru, tapi pas kerja malas-malasan.

5. Periksa Kondisi Kendaraan Anda

Khususnya lampu kendaraan, lampu besar, apalagi lampu rem dan sein. Lampu rem dan sein menjadi penanda apakah kamu berbelok, pindah lajur atau mengurangi kecepatan secara drastis. Tidak sekali dua kali terjadi insiden tabrakan karena lampu-lampu ini tidak menyala.

Lampu depan yang tidak menyala berbahaya jika berkendara di malam hari. Bahkan di jalanan yang terang pun, pengendara lain terkadang tidak awas akan keberadaan kendaraan yang tidak menyalakan lampunya.

Tidak ada salahnya mengeluarkan uang untuk memperbaiki lampu-lampu, daripada nanti mengeluarkan uang lebih besar karena kecelakaan.

6. Trotoar Itu Untuk Pejalan Kaki, Zebra Cross Juga

Semacet apapun, pengendara kendaraan (motor apalagi) sama sekali tidak berhak jalan di atas trotoar. Trotoar merupakan hak dari pejalan kaki, bukan pengendara motor. Kadang malahan si pengendara motor ngeklaksonin pejalan kaki yang menghalangi jalannya di trotoar. Ini kan kurang ajar.

Zebra Cross juga merupakan hak pejalan kaki untuk menyeberang. Kendaraan baik motor ataupun mobil tidak berhak berhenti ketika lampu merah di atasnya. Nanti orang menyeberang lewat mana? Lompatin mobil atau motor kamu?

7. Dahulukan dan Beri Jalan Kepada Ambulan dan Pemadam Kebakaran yang Sedang Bertugas

Jika di belakang kamu mobil Ambulan atau Pemadam Kebakaran bebrunyi, berarti sedang berada dalam kondisi darurat. Menepilah dan beri jalan. Pakai hatimu, bagaimana jika yang ada dalam Ambulan itu adalah keluargamu yang harus segera diberikan pertolongan, atau pemadam kebakaran sedang menuju rumah kerabatmu yang terbakar. Jangan sampai orang lain celaka gara-gara kita tidak mau menepi sejenak dan memberi jalan untuk kedua mobil tersebut.

Bagaimana mungkin kamu akan menghargai orang lain, jika di jalan raya saja tidak mau menghargai pengendara lain dan pejalan kaki?

Kalau kecerobohan dan keegoisanmu hanya membuat dirimu saja yang celaka, biarin. Salahmu sendiri. Tapi di jalan raya, kamu tidak hanya mencelakai diri sendiri, tapi juga orang lain.

Makanya, otak itu dipakai, jangan digulai.

 

Ayo Mendengar Jafunisun

Mohon Maaf, tapi ini jadinya lokal, khusus untuk wankawan yang bisa dan mengerti bahasa Sunda.

Pernah denger soundtrack Saint Seiya, bagaimana jika yang dinyanyikannya adalah tentang Tahu Sumedang?

Ini merupakan parodi dinyanyikan oleh Jafunisun, band dari Bandung yang khusus membawakan lagu-lagu dengan lirik yang kocak berbahasa Sunda.

Selain lagu-lagunya yang lucu, kalau nonton video klip nya, jangan lupa baca running text nya, Lumayan menghibur kalau lagi suntuk.

Jafunisun ini udah ada albumnya lho, silakan beli. Lagu-lagunya agak bernada kejepang-jepangan, tapi dengan bahasa Sunda.

Selamat menikmati…

Tiga Puluh

18 Maret 1987, Ibu Yulismar melahirkanku. Alhamdulillah persalinannya lancar, di rumah dengan bantuan bidan. Hari itu Rabu, (alm) bapak baru saja mulai masuk kerja lagi, setelah sebelumnya cuti seminggu menunggu aku nongol. Bapak lalu memberikanku nama Darma Eka Saputra

Tiga puluh tahun setelah itu berbagai pengalaman dan kejadian membentukku sehingga menjadi orang yang seperti ini. Waktu juga membentukku sehingga seperti sekarang.

Usia tiga puluh bukan lagi usia “mentah” saat keputusan yang kuambil hanya didasari emosi belaka, tanpa dipikirkan terlebih dahulu. Usia segini harus diikuti dengan kedewasaan.

Kuakui, aku yang sekarang (mungkin) jauh lebih baik dari aku pada lima hingga sepuluh tahun yang lalu. Tapi apakah aku yang sekarang sudah baik? Entahlah, mungkin kalian yang mengenal dan berinteraksi denganku lebih bisa menilai.

Tiga puluh tahun ini banyak hal yang telah kulalui, tempat yang kudatangi, orang yang kutemui dan kebodohan yang kulakoni. Tak bisa disangkal banyak hal-hal yang pernah kulakukan dan menunjukkan kebodohan serta kualitas burukku. Hal-hal itu harus menjadi pelajaran untukku di masa mendatang.

Saat memasuki usia tiga puluh ini, aku harus tetap berusaha memperbaiki diri. Perjalanan hidupku masih panjang (aamiin), ada mimpi dan cita-cita yang sedang berusaha kugapai. Suatu saat aku akan menjadi Imam, Suami, Abak. Memikirkan ini membuatku melakukan refleksi diri, “Sudah siapkah? Sudah Pantaskah”

Yang kutakutkan adalah ketika suatu saat diriku tidak menjadi lebih baik, kehilangan kualitas-kualitas baik yang selama ini kucoba tumbuhkan. Yang pasti aku memohon kepada-Nya untuk diberikan punggung yang lebih kuat menahan beban, kaki yang lebih tangguh melangkah dan diri yang lebih mampu menapaki jalan yang mungkin tidak lebih mudah.

Dalam usia tiga puluh ini, terima kasih kuucapkan sebanyak-banyaknya kepada ibu dan bapak, mencurahkan cinta kasihnya. Mohon maafku, hingga sekarang mungkin belum bisa memenuhi harapan. Terima kasih juga atas doa yang selalu diucapkan untuk kami, anak-anakmu.

Juga untuk kakak-kakakku, kerabat, keponakan, kawan-kawan terdekat, sahabat, fans, haters, pokoknya semua. Tanpa kalian semua, aku yang sekarang tidak akan seperti ini.

Tentu saja, untuk kamu. Iya kamu, yang mengirimkan e-mail berisi ucapan dan doa untukku. Kamu yang insya Allah akan menemaniku menjalani hidup.

Ayo Mendengar Silampukau

Silampukau.

Mungkin tidak banyak yang mengenal Duo beraliran Folks ini. Aku pertama kali mendengar mereka dari sebuah channel di youtube ketika sedang berselancar mencari-cari lagu-lagu yang enak di dengar ketika sudah berada di Surabaya.

Duo ini ternyata juga berasal dari Surabaya, dengan lirik-lirik yang mungkin terkesan nyeleneh, tapi menurutku mereka jujur mengutarakan realita. Di album Dosa, Kota & Kenangan mereka bercerita dengan jujur tentang Surabaya.

Musik mereka mengalir dengan lincah dan asyik, bercerita tentang realita, apa adanya. Beberapa artikel dan blog mengulas tentang mereka, diantaranya ini, ini dan ini.

Entah kenapa lagu-lagu mereka melekat di benak, lalu membuatku ketagihan mendengarkan celotehan Eki dan Kharis diiringi alunan gitar mereka. Mungkin sedikit mengingatkan kita dengan Kings of Convenience, tapi “rasa”nya berbeda.

Konon mereka berdua sudah pernah diundang ke Net. dan di Surabaya sendiri berkali-kali mengisi acara di beberapa tempat.

Aku tidak akan membahas satu persatu lagu-lagu mereka dan membedah dengan pisau semantik, sastra dan lain-lain. Bagiku, cukup dengarkan, nikmati, pahami dengan cara masing-masing.

Favoritku? Puan Kelana tentu saja. Penasaran? Beli dong Albumnya.

1minggu1ceritaa

FORGIVEN BUT NOT FORGOTTEN

Memaafkan Orang Lain

Jika temanmu menghilangkan sebuah barang milikmu, apakah kamu akan memaafkannya? Mungkin jika hanya barang kecil dan biasa, kamu akan maklum dan segera memaafkan. Bagaimana jika barang tersebut memiliki arti dan kisah tersendiri? Mungkin akan berat bagimu memaafkannya, bahkan bisa saja diawali dengan kemarahan terlebih dahulu.

Memaafkan orang lain bukan perkara sulit, tapi tidak mudah juga ternyata. Aku cepat memaafkan orang lain, tapi juga terkadang menyimpan ingatan terhadap hal-hal yang menyakiti atau menyinggungku, bahkan setelah bertahun-tahun. Aku bisa marah pada seseorang saat ini, tapi satu jam kemudian akan bercanda seperti biasa. Tapi aku juga bisa mendiamkan seseorang hingga berhari-hari karena perbuatan atau ucapan yang menyakitkan dan mengecewakan.

Kita sering memilih-milih hal yang kita maafkan dan yang tidak. Tak jarang kita pun memilih orang yang kita maafkan dan yang tidak. Adilkah kita?

Pram berkata untuk adil bahkan sejak dalam pikiran. Cobalah belajar memaafkan orang lain, selama ia tidak menyinggung agama, negara dan harga dirimu.

Meminta Maaf kepada Orang Lain

Bersediakah kamu menundukkan kepala mengakui kesalahanmu di hadapan orang lain? Pernahkah kamu dengan lantang meminta maaf secara tulus karena telah menyakiti perasaan orang lain? Atau kamu harus menunggu berhari-hari sebelum meminta maaf, itupun karena desakan orang lain?

Terkadang kita terlalu tinggi hati mengakui kesalahan diri. Begitu sulit rasanya melihat ke dalam diri, mengkaji kekeliruan, lalu mengakui dengan ksatria kesalahan itu. Ego ke-aku-an itu membesar dan mengakar kuat dalam diri, keras sehingga menolak menunduk pada kerendahan hati dan lapang dada.

Ke-aku-an yang meraksasa dalam diri sebenarnya sedang melahap sisi lembut hati perlahan-lahan. Hingga pada akhirnya meninggalkan hati yang keras dan mati, menolak semua kebaikan.

Bersedialah meminta maaf, supaya kamu tetap menjadi manusia.

Memaafkan Diri Sendiri

Tantangan terbesar ternyata bukanlah memaafkan atau meminta maaf kepada orang lain. Hal tersulit adalah memaafkan diri sendiri.

Sebelum mampu memaafkan diri sendiri, kita akan selalu melemparkan kesalahan kepada orang lain. Kegagalan, rencana yang tidak sesuai pasti karena pengaruh orang lain. Harus selalu ada yang disalahkan, ditunjuk dan dituding. Pada akhirnya kebaikan hati akan tercerabut lalu mati dan melayu.

Memaafkan diri sendiri merupakan kunci untuk meminta maaf bahkan memaafkan orang lain. Berdamai dengan diri sendiri merupakan awalnya, berkontemplasi, merefleksi diri, istilahnya Muhasabah Diri.

Aku bertahun-tahun bergulat dengan ini. Menganggap semua kegagalan dan kemalangan yang kualami karena orang lain. Bertahun-tahun aku hidup dalam pikiran negatif, selalu merasa benar, keras kepala dan berhati batu. Lari dari satu kenyataan untuk kemudian membentur kenyataan yang lain.

Bertahun-tahun, berkubang luka, yang ternyata kubuat sendiri. Hingga suatu saat aku diingatkan, untuk belajar memaafkan diri sendiri, berdamai dengan semuanya, bahkan masa lalu.

Forgiven but not Forgotten

Kita mungkin telah memaafkan diri sendiri dan orang lain, tapi bukan berarti setiap kesalahan itu akan dilupakan. Memaafkan kesalahan bukan berarti melupakannya.

Memaafkan berarti belajar dari kesalahan tersebut. Melupakannya adalah suatu kemustahilan. Melupakan tanpa memaafkan hanya seperti berlari dari bayang-bayang di siang terik. Seberapa pun kencangnya kamu berlari, bayanganmu akan terus melekat.

Melakukan kesalahan seperti menancapkan paku pada sepotong papan. Meminta maaf atau memaafkannya mencabut paku tersebut dari papan. Paku tercabut, tapi ada bekas yang tertinggal di papan. Lubang tersebut menjadi penanda untuk tidak mengulangi kesalahan tersebut, atau menghindarinya.

Maafkan, tapi jangan lupakan. Belajarlah untuk tidak mengulanginya.

1minggu1ceritaa