Duhai Pengendara Bermotor, Hargai Pengendara Lain dan Pejalan Kaki Dong!

Dear Pengendara Kendaraan Bermotor, tolonglah hargai pengendara lain dan juga pejalan kaki. Ini jalan bukan punya mbah moyangmu, orang lain juga berhak memanfaatkan jalan dengan nyaman dan aman.

1. Patuhi Peraturan dan Rambu Lalu Lintas

Gini lho mas mbak, peraturan dan rambu lalu lintas itu dibikin bukan supaya polantas ada kerjaan nilangin kamu-kamu yang melanggar, tapi demi keselamatan semua pengguna jalan, juga kenyamanan kita semua saat berada di jalan raya.

Makanya jangan nerobos lampu merah, bahkan walau kamu “merasa aman-aman” saja. Situ bukan mobil ambulan, pemadam kebakaran, polisi atau tentara yang sedang bertugas dan diperkenankan menerobos lampu merah. Ntar nabrak, mati lho.

Jangan seenaknya melawan arus (pengendara motor apalagi nih). Kalau emang harus muter dikit biar sampai tujuan ya muterlah, toh pake kendaraan ini, ndak harus ngedorong kan?

2. Jangan Pakai Lampu Jauh, Kecuali Diperlukan

Tau ga sih, lampu jauh itu gunanya untuk apa? Kalau kamu ada di jalanan gelap dan sepi, butuh penerangan supaya bisa melihat jalanan yang jauh di sana.

Kalau jalanan rame ngapain pakai lampu jauh? Silau tahu..

Pengendara motor sering banget nih kayak gini, seenaknya make lampu jauh padahal jalanan terang dan ramai. Tau ga, terpapar cahaya langsung ke mata itu bisa mengakibatkan kebutaan sesaat, yang di jalan raya itu berarti mengurangi kewaspadaan sepersekian detik, yang bisa berakibat fatal. Apalagi jika lampu kendaraanmu putih dan sangat menyilaukan.

3. Jangan Nyalakan Lampu Hazard, Kecuali Saat Tertentu

Ngerti ga lampu hazard? Itu lho, kalo lampu sein kiri kanan nyala bersamaan, itu namanya lampu hazard. Mobil biasanya memiliki fasilitas ini, tapi motor terkadang dimodifikasi supaya memilikinya.

Lampu hazard berfungsi untuk menandakan kondisi darurat, entah itu mogok, ada kondisi darurat, atau saat kamu terpaksan berjalan bukan di jalurnya.

Pengendara motor nih yang sering kayak gini, apalagi motor gede. Mereka entah untuk alasan apa menyalakan lampu hazard saat berkendara. Hal ini akan membingungkan pengendara lainnya, karena akhirnya tidak jelas arah pergerakan kendaraan tersebut, apakah ke kiri atau kanan.

4. Jangan Ugal-ugalan

Ugal-ugalan ini maksudnya apa? Ugal-ugalan bukan hanya kamu mengendarai kendaraan dengan kencang saja, tapi juga ga karuan. Nyalip seenaknya, pindah lajur tanpa ngasih tanda dengan sein, belok ga ngasih tanda. Ini akan membahayakan.

Kamu terburu-buru? Kalau emang darurat, silakan panggil bantuan yang berwenang, baik itu ambulan atau kepolisian. Telat? Salah sendiri, jangan nyelakain orang lain. Situ di jalan terburu-buru, tapi pas kerja malas-malasan.

5. Periksa Kondisi Kendaraan Anda

Khususnya lampu kendaraan, lampu besar, apalagi lampu rem dan sein. Lampu rem dan sein menjadi penanda apakah kamu berbelok, pindah lajur atau mengurangi kecepatan secara drastis. Tidak sekali dua kali terjadi insiden tabrakan karena lampu-lampu ini tidak menyala.

Lampu depan yang tidak menyala berbahaya jika berkendara di malam hari. Bahkan di jalanan yang terang pun, pengendara lain terkadang tidak awas akan keberadaan kendaraan yang tidak menyalakan lampunya.

Tidak ada salahnya mengeluarkan uang untuk memperbaiki lampu-lampu, daripada nanti mengeluarkan uang lebih besar karena kecelakaan.

6. Trotoar Itu Untuk Pejalan Kaki, Zebra Cross Juga

Semacet apapun, pengendara kendaraan (motor apalagi) sama sekali tidak berhak jalan di atas trotoar. Trotoar merupakan hak dari pejalan kaki, bukan pengendara motor. Kadang malahan si pengendara motor ngeklaksonin pejalan kaki yang menghalangi jalannya di trotoar. Ini kan kurang ajar.

Zebra Cross juga merupakan hak pejalan kaki untuk menyeberang. Kendaraan baik motor ataupun mobil tidak berhak berhenti ketika lampu merah di atasnya. Nanti orang menyeberang lewat mana? Lompatin mobil atau motor kamu?

7. Dahulukan dan Beri Jalan Kepada Ambulan dan Pemadam Kebakaran yang Sedang Bertugas

Jika di belakang kamu mobil Ambulan atau Pemadam Kebakaran bebrunyi, berarti sedang berada dalam kondisi darurat. Menepilah dan beri jalan. Pakai hatimu, bagaimana jika yang ada dalam Ambulan itu adalah keluargamu yang harus segera diberikan pertolongan, atau pemadam kebakaran sedang menuju rumah kerabatmu yang terbakar. Jangan sampai orang lain celaka gara-gara kita tidak mau menepi sejenak dan memberi jalan untuk kedua mobil tersebut.

Bagaimana mungkin kamu akan menghargai orang lain, jika di jalan raya saja tidak mau menghargai pengendara lain dan pejalan kaki?

Kalau kecerobohan dan keegoisanmu hanya membuat dirimu saja yang celaka, biarin. Salahmu sendiri. Tapi di jalan raya, kamu tidak hanya mencelakai diri sendiri, tapi juga orang lain.

Makanya, otak itu dipakai, jangan digulai.