Sepucuk Surat untuk Anakku (X): Rumah Jelajah

Dear Anak Bujang Sibiran Tulang

Daru Lintang Segara

Alhamdulillah, akhir Februari 2022 kita kembali pindah rumah, namun insya Allah kali ini akan menjadi rumah permanen. Masih di komplek perumahan yang sama dengan rumah sebelumnya, hanya berbeda gang.

Pindah rumah kali ini masih dibantu sama Om Henky, dan dua urang teman kantor Abak. Karena tidak terlalu jauh, proses memindahkan barang-barang bisa dilakukan dengan cepat. Sebelumnya Abak dan Bundo juga sudah mulai menyicil memindahkan barang-barang yang bisa diangkut dengan motor, seperti kardus-kardus ukuran kecil dan menengah.

Rumah ini Abak dan Bundo namai Rumah Jelajah, karena ini adalah rumah kita, para penjelajah yang senang berjalan. Rumah bernuansa abu-abu ini awalnya adalah rumah ukuran 36 m2, namun kemudian direnovasi dengan menambah dapur dan satu kamar di lantai 2. Desainnya tentu saja dari Bundo, arsitektur, desain interior, dan fashion stylist keluarga.

Masih banyak PR yang harus diselesaikan. Mulai dari taman depan dan belakang, menanam TOGA (Tanaman Obat Keluarga), kebocoran di atap, dan membuat beberapa perabot tambahan. Dicicil sedikit demi sedikit saja, sesempatnya.

Sekarang favorit Daru adalah menonton pipa air, terutama jika hujan. Mengamati air yang hujan pada pipa talang air. Bermain tanah di taman juga salah satu kegiatan yang engkau senangi, tidak lupa bermain sepeda di jalan paving di depan rumah.

Mudah-mudahan lingkungan baru ini akan lebih baik dari lingkungan-lingkungan sebelumnya, sehingga bisa menjadi tempat tumbuh yang baik nanti untuk dirimu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s