[Update] Relokasi SMA 1 Padang

Posted in cerita ku with tags , on November 11, 2009 by Sutan Rajo di Langik

Well, tadi ngikutin group FB ini dan kaget juga ngeliat video dan foto-foto peletakan batu pertama gedung SMA yang baru ini. Parah bgt, ada nyanyian2 pake bahasa Taiwan segala (katanya adalah nyanyian dari agama tertentu).

Kalau dikangkangi kepentingan kek gini mah, gw juga nolak relokasi SMA 1.

gw tegasin lagi “Saya sepakat pemindahan lokasi SMA 1 Padang ke tempat yang lebih luas dengan fasilitas yang lebih baik, tapi harus transparan. Saya menolak kalau pemindahan ini dikangkangi oleh misi-misi yang bertentangan dengan Syara’ dan Adat Minangkabau” .

Semoga Allah melindungi dari kezaliman kaum kafir.

Relokasi SMA 1 Padang

Posted in Iseng Aja, My Interest with tags on November 10, 2009 by Sutan Rajo di Langik

Saat ini lagi rame-ramenya ngebahas masalah relokasi SMA 1 Padang. Ada yang pro, ada yang kontra. Tapi kebanyakan alasan yang kontra akan relokasi hanyalah karena kenangan dan sejarahnya.

Kalau menurut gw ya, selama jelas masalah relokasi ini, dan katanya akan dibangun gedung sekolah yang mempunyai fasilitas sesuai standar Sekolah Berstandar Internasional mah ga masalah, dan tidak ada embel2 di belakang pembangunan ini. Yang penting mah semua transparan.

Dan gw emang ga tau pasti, tapi ada terlalu banyak gosip dan prasangka di dalamnya, makanya diskusi di group di facebook nya ga sehat.

Berharapnya sih, ada penjelasan yang bener2 jelas tentang isu ini, biar ga bikin masalah baru lagi.

Secara pribadi, gw emang sepakat kalau gedung SMA 1 Padang yang sekarang kurang layak untuk dijadikan gedung pendidikan, karena emang tempatnya di persimpangan jalan protokol yang rame banget, gaduh, dan sempit tanpa fasilitas yang cukup untuk pengembangan ekskul, dan pendidikan. Kalau nanti masalah jauh enggaknya mah tergantung niat atuh, apa ga malu ama teman2 di daerah pedalaman yang harus berjalan kaki belasan kilometer untuk mencapai sekolahnya? Kalau masalah kenangan, kenangan mah di diri masing-masing, bukan disimpan di dalam gedungnya. Lagian gedungnya kan cagar budaya, ga mungkin diapa-apain. Kalau diapa-apain, baru pemdanya teu baleg (ga bener).

Jadi, jangan cepat termakan isu, cari berita yang bener dulu lah, baru ngomong. LONTONG

Resep anak kost

Posted in Resep2Qoe with tags on November 6, 2009 by Sutan Rajo di Langik

Well, kembali lagi di Resep Oke Darma… hahahahaha…. udah lama ga berbagi ama pembaca setia tentang resep2 saya, pasti pada kangen kan? heuheuheu..

Resep kali ini ga tau judulnya apaan, cuma ibu saya bilangnya “Sup Pandia”  (sup bodoh??, bukan, maksudnya sup palsu *apalagi ini??) maksudnya sup sederhana saja, ga ribet, ga mahal, dan cepet.

Bahan-bahannya gampang, cuma Bawang Merah 3 siung, bawang putih 1 siung, Seledri, Bawang daun secukupnya, garam. Nah untuk perasa kaldunya bisa pake Hati ampela, ceker, ayam juga boleh, dan kalau mau lebih sehat lagi tambahin Wortel, Sawi, atau Bayam.

Bikinnya juga gampang, bawang merah dan bawang putih yang telah diiris2, ditumis, lalu masukkan ati ampela, ceker, atau daging ayam, tumis sebentar dan tambahkan air sesukanya (jangan kebanyakan, nanti jadinya hambar). Biarkan sampai mendidih, lalu masukkan sayuran, dan terakhir masukkan seledri dan bawang daun (kalau mau ditambahkan irisan tomat juga jadi lebih enak kok). Oh ya, biar wortelnya ga terlalu keras (buat yang ga suka) bisa dimasukkan di awal setelah menambahkan air. Tapi bagusnya sayuran jangan terlalu empuk, biar kandungan gizinya ga terlalu banyak yang ilang.Sajikan hangat dengan nasi putih atau nasi jagung.

Well, gampang kan? Selamat Mencoba.. Oh ya, kalau ada yang mau request Resep, nanti saya coba tulis deh..

Willy Bugil

Posted in Iseng Aja on October 31, 2009 by Sutan Rajo di Langik

Well, ini sebuah cerita tentang si Bugil, PN 07. Jadi ceritanya dia bru bikin blog, eh, ga baru-baru amat, tapi emang baru gw kunjungi sesaat sebelum ngebikin tulisan ini.

Well, sebuah cara nulis yang bener-bener beda, dan sensasional (walau blm ada yang bisa ngalahin aal sih). Tapi pemakaian kata-katanya sangat bebas, tanpa pakem, tapi ringan dan kocak. Cocok untuk bacaan sebelum tidur. heuheuheuheu

Cek aja blognya, yang ini

Mahasiswa Peduli Rakyat?

Posted in My Interest with tags , , , on October 22, 2009 by Sutan Rajo di Langik

Sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian, mahasiswa sebagai Insan Akademi dituntut mampu melaksanakan ketiga hal tersebut. Salah satunya adalah pengabdian, berbuat sesuatu untuk kesejahteraan rakyat, atau setidaknya peduli akan kondisi rakyat.

Dalam 2 bulan ini, Indonesia dua kali diguncang gempa. Gempa Jabar ( 2 September 2009) dan gempa Sumbar (30 September 2009). keduanya cukup besar dan cukup merusak beberapa daerah di kedua provinsi ini. Korban jiwa yang jatuh cukup besar kusunya untuk gempa Sumbar, mencapai 1000-an orang dan masih ada yang tertimbun longsoran.

Mahasiswa ITB daam hal ini terhimpun dalam satu KM ITB telah bergerak mengenai bencana di kedua daerah ini. Bahkan untuk Jabar, tahap recoverynya sudah dimulai, dan untuk Sumbar, difokuskan ke penggalangan dana saja. Tapi permasalahannya adalah tidak semua bagian tergerak untuk peduli. Lembaga-lembaga di kampus yang bergerak bersama-sama mengenai Tangga Bencana ini sanat minim, apalagi SDM nya. Tidak sampai 10 lembaga di KM ITB yang aktif masalah bencana ini.

Bulan ini KM ITB dihadapkan lagi dengan masalah pelarangan arak-arakan pada Wisudaan tanggal 24 Oktober ini. Arak-arakan Wisudaan adalah tradisi yang tak terpisahkan dalam menyambut kelulusan mahasiswa (yang katanya) terbaik bangsa ini. Wisudaan Juli tanpa arak-arakan menimbulkan kekecewaan teman-teman massa kampus.

Menanggapi masalah ini, nyaris seluruh lembaga (baca: Himpunan) turut serta, berpartisipasi aktif ngumpul2, ketemuan dengan Kabinet dan Kongres (tersisa) mengupayakan supaya arak-arakan wisudaan menjadi legal lagi. Rapat sampai malam, dihadiri puluhan perwakilan lembaga, bahkan sampai menandatangani MOU.

Sedih aja melihat kondisi ini, bandingkan dengan rapat yang diadakan Pengabdian Masyarakat KM ITB membahas masalah gempa. Yang datang hanya 3-5 lembaga, itupun anggota muda yang masih magang dan nyaris ga tahu apa-apa. Seperti itukah MAHASISWA yang katanya bergerak demi Rakyat? Sebegitu tidak peduli kah kita akan saudara-saudara kita yang tinggal di tenda-tenda pengungsian?

Malam sebelum pelantikan SBY sebagai Presiden periode 2009-2014, teman-teman Mahasiswa mengadakan aksi di Jl. Ganesha, melakukan orasi, dan besok siangnya melakukan aksi di Senayan. Malam itu kelihatannya cukup banyak lembaga yang ikut serta. Itu semua hanya pernyataan sikap saja. Untuk aksi nyata dalam recovery Jabar, tanggap bencana Gempa Sumbar, malah tidak ada sama sekali.

Tidak tahu apakah kita memang sudah begitu apatisnya, sibuk dengan kepentingan masing-masing, dan lupa kalau kita ada karena rakyat, lupa akan peran sebagai Mahasiswa, lupa akan fungsi sebagaiInsan Akademis.

Saat membaca liputan detik.com ttg aksi di jl. Ganesha tersebut, jadi miris membaca komentar-komentar pembaca. Mereka sangat pesimis dan tidak simpatik dengan aksi-aksi yang dilakukan mahasiswa. Tapi setelah mengamati kenyataannya, mungkin wajar saja mereka begitu.

Yang dibutuhkan sebenarnya adalah Gerakan Nyata, bukan hanya kajian-kajian saja, bukan hanya omong besar saja. Gerakan nyata yang benar-benar menyentuh “grass root”. Lalu siapa penggeraknya, kalau mahasiswa masih memble??

Kesadaran ber-KM ITB

Posted in My Interest with tags , on October 13, 2009 by Sutan Rajo di Langik

Apa itu KM-ITB? Siapa saja anggota KM-ITB? Kenapa kita harus ber-KM ITB? Diatas adalah pertanyaan-pertanyaan yang muncul pada saat kita mengikuti OSKM, INKM, atau PROKM. Dan pertanyaan itu sudah dijawab oleh mentor-mentor kelompok. (buat yang masih ingat) kita dari awal sudah dikenalkan dengan yang namanya KM-ITB. Saat kita lepas dari OSIS, kita dikenalkan dengan lembaga yang lebih independent dan mempunyai arah gerak yang jelas sesuai konsepsi dan AD-ART KM-ITB. Terlepas dari sejarah dibentuknya KM-ITB 13 tahun yang lalu, yang akan kita cermati adalah kondisi sekarang. Nyamannya kamar kost dengan fasilitas internet, dan segala kemudahan teknologi (mungkin)melalaikan kita akan fungsi sebagai mahasiswa. Buat yang sudah membaca dan (mencoba) memahami konsepsi, yang sudah pernah diceritain akan isi dan makna konsepsi, mungkin (sedikit) tahu dengan maksud sebagai Insan Akademis, melaksanakan TriDharma Perguruan Tinggi, dan lain-lain. Mungkin juga (agak) paham bahwa mahasiswa tidak hanya kuliah dan pulang saja, tapi adalah ujung tombak pergerakan. Kita jangan berbicara yang jauh tentang membangun Indonesia dulu, coba berkaca akan keadaan KM-ITB sendiri. Rapim pada tanggal 12 Oktober 2009 mungkin adalah cermin kalau kita belum siap untuk ber-KM ITB yang baik. Mungkin kita belum menyadari bahwa mahasiswa S1 ITB itu membutuhkan KM-ITB. Kenapa? Karena kita belum siap dan mampu untuk menjalankan system yang sudah disusun dalam peraturan dan landasa bertindak kita. Kongres sebagai lembaga tertinggi dalam KM-ITB belum cukup kuat, karena pengawasan dari lembaga yang mengirimnya juga tidak benar. Karena tidak diawasi, akibatnya kinerjanya tidk seperti yang diharapkan, sehingga fungsi pengawasan terhadap kinerja cabinet juga tidak berjalan dengan baik. Lembaga-lembaga sepertinya belum siap untuk percaya kepada Kongres, dan seperti tidak mau ambil peduli akan kondisi kesenatoran yang carut-marut dan morat-marit. Mungkin saja lembaga tidak merasakan efek langsung dari fungsi kongres itu sendiri, dan lembaga hanya peduli kalau itu terkait langsung dengan kepentingan lembaganya, seperti WISUDAAN, OSKM. Bukankah cabinet KM-ITB dan seluruh prokernya adalah bentuk pengejawantahan aspirasi dari seluruh lembaga yang (seharusnya) disampaikan kepada senator-senatornya di kongres? Bukankah KM-ITB itu sendiri ada untuk mewadahi kebutuhan berhimpun? Atau memang kita sudah tidak membutuhkan lagi KM-ITB? Itu pertanyaan yang selalu muncul melihat masalah di KM-ITB, khususnya masalah kesenatoran. Tapi ketika pertanyaan itu dimunculkan, jawaban adalah “Kita buth KM-ITB” apakah itu hanya karena cemas saja OSKM nanti tidak ada yang mau ngurusin, sebab kita terlalu sibuk dengan ke-APATISan kita di dalam lembaga kita masing-masing? Memang kita tidak bisa mengharapkan 12.000 mahasiswa ITB akan sadar untuk ber-KM-ITB. Tapi setidaknya ANDA-ANDA yang diamanahi sebagai ketua lembaga, perwakilan anggota lembaga harus paham bahwa KM-ITB itu adalah kita semua. Rapim dengan ketua-ketua lembaga tanggal 12 oktober 2009 menurut saya tidak menghasilkan sebuah konklusi, solusi yang real. Yang adalah adalah sebuah pergerakan dari beberapa lembaga untuk mendatangi lembaga-lembaga lainnya, saling mengingatkan untuk ber-KM ITB dengan baik, kalau tidak nanti dibubarin (hahahaha, ga seperti itu juga kata-katanya). Tapi menurut saya tetap tidak ada jaminan bahwa sesudah itu lembaga-lembaga (himpunan dan unit) mau dan mampu berubah sehingga ber-KM ITB dengan baik. Yang pasti kesimpulan yang bisa ditarik dari Rapim tersebut adalah bahwa Kongres KM-ITB masih dipercaya untuk tetap menjalankan fungsinya. Tapi pertanyaan terbesarnya adalah apakah Kongres KM-ITB masih didukung oleh lembaga-lembaga di dalam KM-ITB? Tulisan ini hanya sebuah unek-unek, bukan bermaksud mengajari. Bukan tidak mungkin ada banyak kata-kata dan pemikiran yang dangkal, tapi mudah-mudahan ada manfaatnya yang bisa kita pahami bersama. Demi Tuhan, Untuk Bangsa dan Almamater Senator Utusan Lembaga Rumpun Seni dan Budaya Darma Eka Saputra 13105137

Berita Duka dari Ranah Minang

Posted in cerita ku with tags on October 2, 2009 by Sutan Rajo di Langik

30 September 2009, 17.16 Kota padang dan sekitarnya diguncang gempa berkekuatan 7,6 SR dan pusatnya di Selat Mentawai, beberapa belas kilometer dari Kotamadya Padang. Efek terbesar gempa ini dirasakan daerah Kabupaten Padang Priaman, Kotamadya Padang, Kotamadya Pariaman. Aliran listrik padam, Komunikasi terputus, bahkan pada saat kejadian beberapa daerah dilanda hujan lebat.

Ratusan rumah rusak berat, dan sampai saya menulis postingan ini, sudah lebih dari 500 korban jiwa. Itu masih belum termasuk korban yang masih tertimbun reruntuhan. Korban jiwa terbanyak ada di daerah Kota Padang.

Hotel Ambacang, LB-LIA, dan Bimbingan Belajar GAMA rata dengan tanah, menimbun ratusan orang yang sedang berada di sana. Di Hotel Ambacang saat itu sedang ada seminar yang diikuti oleh banyak orang, sedangkan di LB-LIA dan GAMA, jam 17 itu masih jam belajar efektif.

Sampai sekarang pun proses evakuasi korban masih dilakukan. Sama seperti gempa Jawa Barat, warga kemungkinan mengungsi di tenda-tenda karen rumah mereka rusak berat dan tidak bisa dihuni.

Aduh, ga tahu lagi apa yg akan ditulis. Yang penting mohon doanya untuk saudara-saudara kita yang ada di sana, untuk yang menjadi korban, mudah-mudahan diberikan ketabahan oleh-Nya.

Belum Ada Judul

Posted in Iseng Aja with tags , , on September 29, 2009 by Sutan Rajo di Langik

Well, tulisan ini dibuat setelah subuh, dengan sedikit frustasi karena tidak bisa tidur, dan akhirnya menjadi tempat curhat seorang teman yang baru saja putus dari pacarnya. Kenapa dikasih judul “Belum Ada Judul”, karena sampai gw ngetik paragraf ini, masih ga tau apa aja yang akan ditulis.

Hmm, kita mulai dengan “Tangan kiri gw sejak hari jumat yang lalu selalu kesemutan, ga berhenti ampe sekarang (Selasa, 290909)”. Ga keseluruhan tangan kiri juga, tapi lebih spesifik ke jari kelingkin dan jari manis, serta bagian tangan diatasnya. Gw mengasumsikan ada syaraf yang terjepit atau penyumbatan pembuluh darah (mungkin) akibat posisi tidur yang ga betul. Karena akhir2 ini gw sering banget tidur di kursi di depan meja komputer, dengan posisi fetus (janin). Apakah harus dibawa ke dokter ya? “YA IYALAH, SEKECIL APAPUN KELAINAN PADA BADAN LOE, HARUS DIPERIKSA, TAKUTNYA ADA APA2″ Iya deh, mungkin habis kuliah ntar ke BMG.

Yang kedua apa ya? Pengen sih sedikit mengkaji dan menelaah masalah KPK yang lagi panas-panasnya. Tapi karena gw ngerasa tidak mempunyai kapasitas yang lebih dalam hal ini, lebih baik diam aja dan memperhatikan. Takutnya nanti berpandangan subjektif tanpa paham masalah yang sebenarnya. Bahkan isu Internal kampus yang sempat gw hembuskan pada Rapim menjelang Ramadhan kemaren, juga males ngebahasnya, capek.

Lalu mau nulis apa? Masa mau curhat colongan disini… Hahahahaha.. Oh ya, sekarang gw udah punya gebetan baru, ngegantiin N-Gage yg sekarang entah dimana. Namanya masih Jack Daniels, dari keluarga W380 bermarga Sony Ericsson (Sony anaknya si Erics). Warnanya Black Doff, dengan fitur yang cukuplah untuk SMS dan Nelpon, plus bonus MP3 player, Radio, GPRS, dan bonus-bonus lainnya. Ada kameranya kan? Ada, tapi gw ga terlalu niat utk makenya, karena emang ga bagus2 amat, cuma 1.3 MegaPixel. Mending kamera SLR deh (YA IYALAH, ANAK KECIL AJA JUGA TAU..) Sebenernya bosen juga sih, item mulu, tapi dibandingkan alternatif yang ditawarkan yaitu Silver Pink, ga jadi deh. Silvernya sih ga masalah, tapi PINKnya itu loh. Alergi saia… Trus kenapa tiba-tiba berpaling ke HP model Flip? Ga ada, lagi pengen aja. Hahahahaha. Well, lumayan lah, buat ngebangunin Subuh. (Berharapnya sih ada yang mau berbaik hati buat ngebangunin tiap Subuh, tapi belum ketemu yang mau, dulu sih ada, tapi ga tahan juga ama orang yang tidurnya kek orang mati, baru nyadar setelah ada 20 Panggilan Tidak Terjawab).

Sekarang emang lagi pengen mendalami Fotografi. Bukan mendalami juga sih, lha wong kamera masih pinjaman. Tapi dengan modal kamera pinjaman dan ilmu seadanya, mencoba menangkap objek-objek yang menarik. Sejauh ini gw liat hasil2 foto gw kayak dokumentasi biasa aja, mending pake CamDig aja. Jadi ngiri ama hasil foto2 temen2 gw.

Udara Bandung jadi kering banget akhir2 ini. Bikin kulit kering, bibir kering, dan kantong kering. Pengen hujan lagi nih. Siangnya Hujan, malamnya cerah banget ampe bisa ngeliat bintang.. Haahahaha, mimpi kali ye…

Oke, gw akan memulai pagi ini dengan segelas Kopi Susu Tubruk bermerek “Sebut Saja Nescafe, bukan merek samaran”. Tapi yang pasti sekarang Secangkir Kopi (tanpa) sebatang Djarum Super. Hohohohoho

Tribute to you, whose make me stop.

Coming Back

Posted in Iseng Aja, cerita ku on September 24, 2009 by Sutan Rajo di Langik

Well, I’m back.. Hahahahaha…. Setelah sekian lama ga ngurusin blog ini lagi. Ya, sebenarnya ada banyak hal yg pengen gw tulis dari dulu-dulu, tapi ga tau mau mulai dari mana dulu. Dari postingan terakhir (yg ttg bom dan MU), sampai sekarang ada banyak hal yang pengen gw bagi ama temen2 semua.

Banyak hal yang telah terjadi, mulai dari PROKM ITB 2009, Rapim dengan Kahim dan Ka. Unit, awal semester, Bulan Ramadhan (yg terburuk utk gw tahun ini. :( … ), Gempa di Jawa Barat, Perjalanan gw Bandung-Pameungpeuk-Bandung (2 hari, dengan motor..hahahaha), Lebaran di Bandung, dan semua kejenuhan dan kemuakan gw. Oh ya, gw blm ngasih tahu kalau gw lagi program berhenti ngerokok, iya kan? Wew, ga usah terlalu diekspos deh, mudah2an aja bisa konsisten, soalnya emang susah sih, selalu pengen balik lagi.

Hmmm, bosen juga ditanyain anak2, “Kok ga mudik?” Aduh, males bgt kalau ngejawab pertanyaan itu. Jadi ga usah ditanya, it’s my choice.

Apalagi?

KULIAH dong….


Tunggu aja deh, gw akan kembali dengan isi kepala, pendapat, opini, resep masakan, ide2 bodoh, de el el…

Cha….

Surat yang Tak Terkirim

Posted in my poem on September 24, 2009 by Sutan Rajo di Langik

ibu…
aku menulis surat ini ditemani gemuruh takbir menggema mengisi malam. esok adalah hari kemenangan (dan kuharap aku adalah salah satu dari yang meraih kemenangan tersebut) setelah sebulan masa training yang luar biasa.

ibu…
maafkan karena tahun ini ku tak bisa menghampirimu, bersujud bersimpuh memohon maaf darimu. sungguh rasa rindu ini tak tertahan.

ibu..
kemarin aku lewat di gang-gang sempit, dan aroma kue yang sedang dibakar mengingatkanku akan kehangatan rumah menjelang hari raya. mengingatkanku kepada canda tawa riang rumah. tahun ini semua berkumpul di rumah ya bu? yah kecuali aku yang berada jauh di seberang lautan. sudah lama sekali ya bu, tidak berkumpul sebanyak itu. bisa kubayangkan ramainya rumahmu sekarang, ditambah celoteh-celoteh ribut cucu-cucumu. sampaikan saja peluk ciumku untuk mereka, karena aku masih jauh di negeri seberang,

oh ya bu, tadi sore aku masak masakan yang biasa ibu buat untuk makan malam. teman-temanku sangat menyukainya, kata mereka masakanku sangat enak. tapi bagiku, tak ada masakan selezat masakanmu.

kalau besok teman-temanku berkunjung ke rumah (seperti yang setiap tahun mereka lakukan), sampaikan salam dan permintaan maaf dariku, karena aku masih belum bisa menepati janji untuk berkumpul lagi lebaran ini.

tidak bu, aku tidak menangis. hanya saja mata ini entah kenapa tidak bisa berkompromi, dan mulai meneteskan air mata. sungguh, aku sedang tersenyum saat menulis surat ini. membayangkan kebahagiaan di rumahmu malam ini, dan besok hari.

sudahkah kau siapkan lembaran uang ribuan? untuk anak-anak tetangga, kerabat, yang akan bersilaturrahmi ke rumah besok hari? besok pasti akan ramai, akan banyak tamu.

malam ini ibu pasti sedang memasak ketupat, dan nanti sebelum subuh akan bangun untuk menyiapkan opor ayam seperti biasanya. tidak, aku tidak akan masak opor ayam disini, terlalu mewah untukku. cukup dengan apa yang ada saja.

ah, sayang sekali. surat ini mungkin tak akan pernah engkau baca bu, karena memang tak pernah kukirimkan. aku takut malah membuatmu khawatir. tenang saja bu, aku baik-baik saja disini, tidak kurang satu apapun.

sekali lagi, sembah sujudku memohonkan ampunmu…

peluk cium
anakmu….